TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini menghantui warga Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.
Pengalaman pahit banjir besar pada 2021 yang merendam jalan, lahan perkebunan, hingga permukiman warga dengan ketinggian air mencapai satu meter menjadi perhatian serius pemerintah.
Upaya penanganan banjir mulai dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahap awal, pekerjaan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri sebagai langkah awal mengurangi dampak banjir di kawasan tersebut.
Memasuki tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menugaskan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) untuk melanjutkan penanganan banjir. Pekerjaan difokuskan pada bagian sungai yang berada paling dekat dengan permukiman warga yang selama ini menjadi titik paling terdampak saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dona Astrina, di Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan pada 2025 meliputi pemasangan batu miring sebagai pelindung saluran, normalisasi sungai, serta perbaikan saluran yang mengalami kerusakan.
“Hasilnya sangat signifikan. Pada akhir tahun 2025, banjir tidak lagi merendam permukiman warga,” ujar Dona.
Keberhasilan tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2026 melalui pembangunan lanjutan pengendalian banjir di Kampung Purwodadi, Sungai Lekop.
Proyek ini didanai APBD Provinsi Kepulauan Riau dengan anggaran sebesar Rp970,96 juta dan memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Pekerjaan tahun ini berupa pembangunan kanal banjir sepanjang sekitar 275 meter sebagai kelanjutan dari penanganan yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga risiko banjir dapat ditekan secara maksimal.
Dona berharap pembangunan dan penyempurnaan kanal banjir yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan selesainya proyek tersebut, kawasan Kampung Purwodadi dan sekitarnya diharapkan terbebas dari ancaman banjir serta memberikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
(red)












