Cetak Generasi Emas, Lis Ajak Orang Tua dan Guru di Tanjungpinang Bersinergi Didik Anak

Tanjungpinang38 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pertemuan silaturahmi antara Wali Kota Lis Darmansyah bersama wali siswa kelas 9 SMPN 6 Tanjungpinang menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan antara sekolah dan keluarga. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat (8/5/2026) dan dihadiri para orang tua siswa, guru, kepala sekolah, serta Dinas Pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Lis Darmansyah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk kualitas anak, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Wali Kota mengajak para wali siswa membangun komitmen bersama dengan guru agar proses pendidikan berjalan searah. Ia menilai sinergi antara rumah dan sekolah menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas di masa depan.

“Strategi kolaborasi guru dan orang tua untuk keberhasilan belajar siswa bukan sekadar slogan pendidikan. Ini adalah kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan modern. Anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga di rumah. Jika keduanya berjalan searah, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” ucap Lis.

Ia menjelaskan, guru memiliki peran sebagai fasilitator pembelajaran di sekolah, mulai dari menyusun kurikulum, mengelola kelas hingga membimbing siswa memahami pelajaran. Namun, keterbatasan waktu di sekolah membuat peran orang tua tidak bisa tergantikan.

Menurut Lis, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Di rumah, anak belajar tentang nilai kehidupan, disiplin, hingga kebiasaan spiritual yang akan membentuk karakter mereka sejak dini.

“Pendidikan orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Di rumah, anak belajar nilai, disiplin, dan kebiasaan mengaji bagi yang muslim. Ketika orang tua menunjukkan perhatian terhadap tugas sekolah, belajar mengaji setiap hari, maka anak akan merasa bahwa pendidikan disekolah dan spiritual itu penting karena mendapat perhatian lebih dari orang tuanya,” jelas Lis.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan yang baik antara guru dan orang tua akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih konsisten dan suportif bagi perkembangan anak.

Menurutnya, komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga dapat membantu mendeteksi persoalan siswa lebih awal, sehingga solusi bisa segera dicari secara bersama-sama.

“Ketika komunikasi berjalan baik, masalah dapat di deteksi lebih awal. Misalnya, jika nilai anak menurun, sering cabut sekolah, maka guru dapat memberi informasi kepada orang tua untuk mencari solusi bersama,” pesan Lis.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum diskusi terbuka antara pemerintah, sekolah dan orang tua siswa terkait tantangan pendidikan saat ini.

Di penghujung kegiatan, Wali Kota bersama Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah berdialog langsung dengan para wali siswa guna mencari kesepakatan bersama dalam mendampingi peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui pertemuan itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap terbangun komitmen bersama antara orang tua dan tenaga pendidik demi menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *