Kecewa ke Plt Bupati Bintan, Demokrat Siap Keluar dari Barisan Koalisi

Bintan667 Dilihat
DPC Demokrat Bintan saat menggelar rakor terkait pembahasan fenomena yang terjadi di Bintan, termasuk menentukan arah koalisi pasca penonaktifan Apri Sujadi sebagai bupati bintan

BINTAN – Demokrat mengaku kecewa karna jarang dilibatkan Plt. Bupati Bintan dalam membahas program-program pembangunan, pasca penonaktifan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan. Demokrat bersuara lantang, bahkan siap keluar dari barisan koalisi, jika sudah tidak dibutuhkan lagi.

Refleksi awal tahun 2022, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bintan bersama Fraksi Demokrat di DPRD Kabupaten Bintan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) di Restoran Apung Lintas Barat, Rabu (05/1). Demokrat mengaku kecewa karna jarang dilibatkan Plt. Bupati Bintan dalam membahas program pembangunan, pasca penonaktifan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan.

Rakor untuk membahas berbagai fenomena yang berkembang akhir-akhir ini di kabupaten Bintan. Salah satunya arah Demokrat dalam koalisi pendukung pasangan Apri Sujadi – Roby Kurniawan, yang memenangkan Pilkada Bintan 2020.

Sepertinya ada kekecewaan Demokrat terhadap Plt Bupati Bintan pasca Apri Sujadi dinonaktifkan sebagai Bupati Bintan. Pasalnya, Demokrat sebagai pengusung utama pasangan Apri Sujadi – Roby Kurniawan, dengan 8 kursi di DPRD Bintan, akhir-akhir ini jarang dilbatatkan dalam pembahasan berbagai program strategis di kabupaten Bintan.

Ketua DPC Demokrat Bintan, Zulkifli, S.Pd mengatakan partainya menganggap perlu membahas fenomena-fenomena yang terjadi, termasuk pasca penonaktifkan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan, yang tersandung kasus korupsi di KPK dan saat ini sedang berproses di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Menurut ketua Fraksi Demokrat DPRD Bintan itu, penonaktifan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan, yang juga mantan ketua Demokrat Kepri itu, tentu telah menimbulkan guncangan, yang tidak hanya di dalam tubuh partai Demokrat sendiri, tapi juga dirasakan masyarakat.

Guncangan yang sangat dirasakan Masyarakat Bintan, sebut Zulkifli, karena Apri Sujadi yang merupakan bupati pilihannyan itu, melalui pesta demokrasi, mendadak dinonaktifkan dan sejurus dengan itu telah mengangkat Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawa sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Bintan.

Tentu sangat wajar, jika masyarakat mulai gundah dan mempertanyakan terkait program-program pembangunan yang ditawarkan di masa kampanye.

Suasana rakor Dmokrat Bintan terkait pembahasan fenomena yang terjadi di Bintan, termasuk dalam menentukan arah koalisi pasca penonaktifan Apri Sujadi sebagai bupati bintan

“Kami melihat banyaknya keluhan masyarakat terkait beberapa program pemerintah harus disikapi dengan bijak oleh partai Demokrat,” kata Zulkifli dalam rilis partai Demokrat yang diterima suluhkepri.com, Rabu (05/1).

Menurut Zulkifli, Apri Sujadi yang menjabat di periode kedua, punya banyak program-program populis yang bermanfaat untuk kesejahteraan dan pembangunan manusia masyarakat Bintan.

Seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Lansia dan Program Gerbang Kampung (Gerakan Bangun Kampung). Kedua program ini merupakan janji politiknya di masa kampanye, dan telah berhasil diperjuangkan oleh Apri Sujadi untuk dianggarkan di akhir tahun 2021.

Terkait program gerbang kampung yang nilainya berkurang, menurut Zulkifli karena disebabkan permasalahan minimnya anggaran pemerintah yang masih fokus pada penanganan Covid-19. Namun demikian, setiap RW masih mendapatkan anggaran sebesar Rp. 30.000.000,- yang dititipkan di kelurahan/desa masing-masing.

Zulkifli dengan tegas mengungkapkan bahwa program BLT Lansia dan Gerbang Kampung adalah merupakan perjuangan partai Demokrat bersama Bupati Apri Sujadi Nonaktif. Namun Zulkifli dan Demokrat mengaku sangat kecewa karena pihaknya tak pernah lagi dilibatkan saat pelaksanaan program tersebut.

Alhasil, katanya, masyarakat mengeluh karena program tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Banyaknya keluhan terkait dengan penyaluran BLT Lansia dan tidak berjalannya Program Gerbang Kampung di kelurahan. Selain dari pada itu, banyak juga keluhan-keluhan dari masyarakat terkait program-program yang sudah berjalan sebelumnya,” ujarnya.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya, yaitu di periode 5 tahun pertama Apri Sujadi menjabat Bupati Bintan, sudah membuktikan berbagai program pembangunan sangat menggembirakan dan dirasakan masyarakat karena berjalan dengan baik, dan benar-benar sesuai kebutuhan mereka.

Yang menjadi pertanyaan saat ini, baik Zulkifli maupun masyarakat Bintan, adalah apakah program-program populis tersebut akan tetap dilanjutkan oleh penerus Apri Sujadi di tahun-tahun berikutnya?

Senada disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Bintan dari Fraksi Demokrat, Muhamad Najib. Ia juga merasa kecewa karena pihaknya tidak pernah dilibatkan terkait pembahasan program-program pembangunan sebagaimana visi-misi pasangan Apri Sujadi – Roby Kurniawa.

Dia sangat menyayangkan karena partai Demokrat adalah pengusung utama duet Apri Sujadi – Roby Kurniawan pada Pilkada Bintan 2020, dengan kekuatan 8 kursi di DPRD Bintan, atau sekitar 32 persen.

“Kami merasa seperti tidak dianggap dalam penyelenggaraan pemerintahan, padahal mayoritas program-program yang menjadi janji politik saat kampanye lalu adalah produk partai Demokrat. Tentu kami sangat sayangkan pada saat program-program yang seharusnya dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat tersebut tidak berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Muhammad Najib.

Najib menegaskan Demokrat, meski sebagai pengusung utama Apri – Roby, jika tidak dibutuhkan lagi, siap keluarvdari barisan koalisi. “Ingat kami adalah pengusung utama (Apri – Roby) dengan 8 kursi di DPRD. Jika memang kami dirasa tidak dibutuhkan maka kami siap untuk keluar dari barisan koalisi. Kami sangat tegas dengan hal ini.”

Sekretaris Demokrat Bintan Remon mengatakan, untuk membahas permasalahan tersebut Demokrat sudah punya rencana bertemu dengan Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan. Jika tidak ada halangan, pertemuan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Menurutnya pertemuan tersebut guna membahas isu-isu terkini di kabupaten Bintan. Remon berharap pertemuan nanti dapat memberikan hasil yang baik sesuai harapan masyarakat Bintan, dalam upaya mewujudkan Bintan benar-benar rumah kita, sebagaimana tagline kebanggaan Apri – Roby di Pilkada 2020: Bintan Rumah Kita.

Sebagaimana diketahui, Demokrat dan Golkar bersama sejumlah partai politik pemilik kursi DPRD Bintan, berkoalisi mengusung pasangan Apri Sujadi – Roby Kurniawan, dan menang telak atas rivalnya Alias Wello – Dalmasri Syam. Keduanya lalu dilantik sebagai Bupati Kabupaten Bintan, periode 2021-2024, oleh Gubernur Kepri, pada 26 Februari 2021.

Apri Sujadi adalah kader Demokrat yang saat itu menjabat ketua Demokrat Kepri. Roby Kurniawan sendiri adalah kader partai Beringin, dan diusulkan untuk mendampingi Apri Sujadi di Pilkada Bintan 2020.

Namun Bupati Apri Sujadi terbelit kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan, yang diusut oleh Komisi Anti Rasuah.

Apri Sujadi dinonaktifkan dari Bupati Bintan setelah KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka. Kasus yang membelit Apri Sujadi saat ini sedang berproses di pengadilan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *