Lis: Budaya Melayu Harus Terus Hidup, Jadi Tuntunan Bukan Sekadar Tontonan

Tanjungpinang852 Dilihat

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah berkontribusi dalam pelestarian budaya Melayu melalui pagelaran budaya bertajuk “Satu Melayu, Ragam Pesona Warisan”, pada Minggu (3/8/2025) di Pelataran Tugu Sirih.

Festival yang digelar bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga eksistensi budaya Melayu sebagai identitas bangsa.

“Budaya Melayu jangan hanya jadi kenangan. Ia harus hidup, menjadi pedoman. Budaya bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan,” tegas Lis dalam sambutannya, dikutip dari rilis Prokopim, Senin (4/8/2025).

Ia menegaskan bahwa Tanjungpinang adalah mata air budaya dan bahasa Melayu, yang menjadi akar dari bahasa persatuan Indonesia. Karena itu, pelestarian budaya menjadi bagian penting dari pembangunan berlandaskan visi BIMASAKTI.

Beragam penampilan budaya disajikan mahasiswa UGM dalam acara puncak pagelaran budaya, seperti pencak silat, gurindam, tari Melayu Nona Singapura, celoteh budak Melayu, stand up comedy, hingga ditutup dengan joget dangkong bersama para tamu dan pejabat.

Wali Kota Lis foto bersama dengan Mahasiswa KKN UGM dan para peserta dalam pagelaran budaya Melayu. (prokopim tpi)

Lis, bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekda Zulhidayat, unsur FKPD, dan pimpinan OPD tampak larut dalam suasana kebersamaan saat mengikuti joget dangkong bersama para mahasiswa. Saking gembiranya, Lis naik panggung berjoget dangkong bersama para pejabat dan tamu undangan.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Ashar Saputra, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah selama pelaksanaan KKN.

“Kami hadir menyapa Indonesia, belajar bersinergi, dan ikut menjaga mata air bahasa dan budaya bangsa yang bersumber dari Tanjungpinang,” ungkap Ashar.

Sebanyak 29 mahasiswa KKN UGM telah mengabdi selama 52 hari di Tanjungpinang, dengan beragam program pengabdian masyarakat, pelatihan, edukasi, hingga promosi budaya lokal.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang lomba fashion show dan lomba tarkam yang sebelumnya digelar oleh mahasiswa dan melibatkan masyarakat setempat.

Seluruh peserta tampil memukau dengan busana kurung Melayu, menambah kuat nuansa ke-Melayu-an dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Mereka mengaku bangga dengan kehadiran generasi muda yang peduli terhadap warisan budaya daerah.

(tr/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *