Roby Launching Kawasan Agrowisata Poyotomo Bintan, Tawarkan Potensi Lahan Persawahan

Bintan610 Dilihat
Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam agenda aunching kawasan Agrowisata Poyotomo Bintan dan panen padi di Desa Sri Bintan, Rabu (13/10) pagi.

BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan mulai merancang kawasan Agrowisata sebagai destinasi dimana salah satunya dengan menawarkan konsep dengan pemanfaatan potensi lahan persawahan.

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menuturkan bahwa pemanfaatan potensi agrowisata tersebut akan dipadukan dengan konsep pembuatan paket-paket wisata terpadu dibawah bimbingan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan.

Hal ini, kata Plt. Bupati Bintan, guna mempercepat pertumbuhan kawasan agrowisata dengan melibatkan berbagai pihak terkait, yang diantaranya adalah kelompok sadar wisata.

“Konsep ini tentunya akan mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Bintan salah satunya dengan mengunjungi areal persawahan serta sekaligus mempromosikan hasil petani berupa beras Padimas Bintan,” ujar Roby saat panen padi dan Launching Agrowisata Persawahan Poyotomo di Desa Sri Bintan, Rabu (13/10) pagi.

 

Roby mengutarakan bahwa kawasan agrowisata persawahan Poyotomo yang secara geografis berdekatan dengan kawasan wisata terpadu Lagoi tentu memiliki pontensi pasar yang sangat cerah dalam pemasaran paket paket wisata terpadu.

Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan saat launching kawasan Agrowisata Poyotomo Bintan dan panen padi di Desa Sri Bintan, Rabu (13/10) pagi.

Dalam panen padi dan launching kawasan agrowisata tersebut juga diadakan MoU dengan Baznas Bintan terkait pemanfaatan hasil produk pertanian berupa beras Padimas produksi petani di Kelompok Tani Poyotomo untuk program paket sembako Baznas Bintan yang nantinya akan dibagikan kepada para mustahik.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada pihak BAZNAS Kabupaten Bintan yang telah menginisiasi Program memakmurkan petani khususnya dalam membeli produk petani beras Padimas Poyotomo karena hal ini merupakan solusi efektif dalam kepastian marketing pemasaran. Dengan demikian tidak ada rasa kekhwatiran di pihak petani dalam berproduksi, sehingga diharapkan semangat dan animo untuk terus berproduksi padi akan tetap terjaga dan meningkat,” ucapnya.

Ditambahkan juga bahwa peluang pasar beras Padimas Bintan masih cukup besar di Kabupaten Bintan dan sekitarnya , jika berdasarkan informasi kendala yang ada saat ini adalah terkait kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar. Untuk itu berbagai upaya peningkatan produksi harus terus digesa.

“Saya harapkan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan untuk melakukan ekstensifikasi lahan karena dari potensi lahan yang tersedia belum seluruhnya tergarap dengan optimal dan intensifikasi perlu terus ditingkat guna meningkatkan produktifitas lahan melalui penggunaan teknologi tepat guna, pemanfaat saprodi yang efisien dan SOP budidaya yang tepat,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *