TAK TERASA WAKTU BERJALAN, hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, Aneng-Raja Bayu genap satu tahun memimpin Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasangan pemenang Pilkada 2024 itu dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025, membawa harapan baru bagi masyarakat di kepulauan tersebut.
Sejak awal menjabat, keduanya menyadari bahwa membangun Anambas bukan pekerjaan sederhana. Wilayah yang terdiri dari gugusan pulau dengan jarak berjauhan yang dipisahkan laut, konektivitas terbatas, serta ketergantungan distribusi dari luar daerah menjadi tantangan yang harus dijawab dengan strategi dan ketekunan.
Langkah pertama dimulai dari penataan internal pemerintahan. Konsolidasi birokrasi dan penyelesaian utang lebih dari Rp95 miliar dari pemerintahan sebelumnya menjadi prioritas, agar stabilitas keuangan daerah kembali terjaga dan pembangunan dapat berjalan tanpa beban masa lalu.
Di sektor kesehatan, perjuangan mempertahankan pembangunan RSUD Tipe C menjadi salah satu capaian strategis dari kepemimpinan Aneng-Raja Bayu. Anggaran Rp186 miliar yang bersumber dari APBN sempat masuk daftar efisiensi pemerintah pusat, yang menimbulkan kekhawatiran akan tertundanya peningkatan layanan kesehatan.
Melalui koordinasi intensif dari Bupati Aneng ke pemerintah pusat, anggaran tersebut akhirnya berhasil diamankan. Aneng berharap RSUD Tipe C menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan medis yang lebih lengkap, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan laut berjam-jam untuk mendapatkan penanganan lanjutan ke luar daerah.
“RSUD Tipe C ini bukan sekadar bangunan, tetapi ikhtiar kami menghadirkan layanan kesehatan yang layak dan bermartabat bagi masyarakat Anambas,” kata Aneng di Anambas, beberapa waktu lalu.
Seiring itu, pembenahan layanan kesehatan juga dilakukan melalui penambahan tenaga medis di Puskesmas, termasuk dokter spesialis di RSUD. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan dasar hingga rujukan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, tanpa harus selalu bergantung ke luar daerah,” tambahnya.
***
PADA SEKTOR PENDIDIKAN, janji kampanye direalisasikan lewat pemberian bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP. Lima stel seragam, tas, buku, sepatu, dan kaos kaki dibagikan kepada setiap siswa sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan yang lebih merata.
Pemerintah daerah juga berhasil membawa anggaran Rp208 miliar dari APBN untuk program Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami tidak ingin ada anak Anambas yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya atau fasilitas,” ujar Aneng.
Di lingkup aparatur, sebanyak 2.938 PPPK tahap I dan II dilantik guna memperkuat pelayanan publik. Pembayaran TPP ASN yang sempat tertunggak di 2024, mulai dibayarkan sejak Januari 2025 dan berjalan lancar hingga September 2025.
Sektor infrastruktur tak luput dari perhatian. Seperti pembangunan Jalan Mampok-Teluk Kaut-Genting Dusun di Jemaja serta Jalan Putik-Langir senilai Rp14 miliar dari APBN mulai membuka akses wilayah dan memperlancar mobilitas warga. Perbaikan sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya juga dilakukan melalui APBD Anambas.
Penguatan konektivitas darat terus dilakukan melalui pembangunan Jalan Nuan-Teluk Durian di Kecamatan Kute Siantan melalui program TMMD tahun 2025, serta rekonstruksi Jalan Tanjung Lambai di Kecamatan Siantan dengan anggaran Rp500 juta pada tahun yang sama. Pembangunan jalan, pelabuhan, serta dukungan transportasi laut dan udara menjadi bagian dari upaya membuka keterisolasian antarwilayah di Kepulauan Anambas.
“Pembangunan infrastruktur adalah urat nadi pertumbuhan daerah. Tanpa akses yang baik, ekonomi masyarakat sulit berkembang,” tegas Aneng.
***
DI TENGAH KETERBATASAN ANGGARAN, Bupati Aneng tetap memberi perhatian khusus untuk perbaikan SD-SMP, fasilitas kesehatan, jalan, pelabuhan, serta berbagai sarana umum lainnya, termasuk menyalurkan bantuan bagi nelayan dan petani guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas di bawah kepemimpinan Aneng-Raja Bayu, juga berhasil memasukkan usulan pembangunan Jembatan Konjo-Peninting yang menghubungkan Pulau Siantan dan Pulau Palmatak ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Dengan nilai hampir Rp1 triliun, proyek ini diharapkan menjadi tonggak konektivitas jangka panjang bagi Anambas,” ujar Aneng dalam sebuah kesempatan baru-baru ini di Anambas.
Di sektor ekonomi kerakyatan, bantuan bagi nelayan dan petani terus disalurkan melalui APBD. Dari APBN, empat Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan dibangun pada 2026 dengan anggaran masing-masing Rp40 miliar untuk memperkuat sektor maritim sebagai tulang punggung daerah.
Penguatan konektivitas komunikasi juga dilakukan melalui pengaktifan Tower Combat Telkomsel di Rintis, Desa Tarempa Selatan. Akses jaringan yang lebih baik diharapkan mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
***
TAK HANYA ITU, perhatian sosial Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu diwujudkan lewat pemberian insentif bagi lansia, guru ngaji, imam masjid, dan guru agama lainnya. Selain itu, Bupati Aneng berhasil memperjuangkan sekolah MTs Al Ma’arif Jemaja yang sempat terancam tutup, dengan harapan agar tetap menjadi tempat belajar bagi generasi muda.
Melalui Anggaran Daerah, pemerintah juga memperbaiki SD-SMP, fasilitas kesehatan, jalan, pelabuhan, dan sarana umum lainnya, sekaligus menyalurkan bantuan bagi nelayan dan petani untuk mendorong produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar.
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, total realisasi APBN yang berhasil dibawa ke Anambas mencapai Rp433 miliar. Untuk 2026, tambahan Rp120 miliar dialokasikan bagi program Kampung Nelayan Merah Putih. Prestasi yang patut dibanggakan demi membangun daerah.
Agar Anambas Terang dan Saling Terhubung
DI SEJUMLAH PULAU KECIL di Kepulauan Anambas, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol kemajuan daerah. Hingga kini masih terdapat 241 rumah tangga yang belum terlayani listrik PLN. Namun rasio elektrifikasi telah mencapai 98,21 persen, membuktikan upaya menerangi pulau-pulau terluar terus berjalan meski tantangan geografis tak ringan.
Di tahun 2026, pembangunan infrastruktur darat kembali dilanjutkan. Diantaranya penanganan long segment Jalan Bukit Padi-Air Biru di Kecamatan Jemaja Timur melalui DAK dialokasikan sebesar Rp7.942.381.900. Ruas ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas warga di kawasan tersebut.
Akses menuju layanan publik juga dibenahi melalui rencana pembangunan jalan dalam kawasan RSUD Tarempa Tipe C serta pembukaan Jalan Matak-Nuan di Kecamatan Kute Siantan melalui program TMMD senilai Rp1 miliar pada 2026.
Satu tahun kepemimpinan Aneng-Raja Bayu membuktikan komitmen membangun Anambas, dari membuka keterisolasian pulau-pulau terpencil melalui pembangunan jalan dan infrastruktur, meratakan listrik, memperkuat layanan kesehatan, hingga memperluas akses pendidikan.
Setiap langkah nyata menjadi jembatan harapan bagi masyarakat, membawa kepulauan ini bergerak perlahan tapi pasti menuju masa depan yang lebih terang, sejahtera, dan berdaya.
Selamat Aneng-Raja Bayu atas setahun kepemimpinan yang penuh prestasi!!!
(red)






