TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI Tahun 2026. Penyelenggaraan kali ini menjadi yang ketiga bagi ibu kota Provinsi Kepri tersebut setelah sebelumnya sukses menggelar ajang olahraga tingkat provinsi itu.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, secara resmi melepas rombongan kirab api obor Porprov VI Kepri 2026, Minggu (1/11/2026). Kirab dimulai dari kawasan Istana Kota Rebah atau Istana Kota Lama, yang ditetapkan sebagai titik awal perjalanan api obor.
Pemilihan Istana Kota Rebah bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan perjalanan Kesultanan Melayu Riau-Lingga-Johor serta sejarah perkembangan Kota Tanjungpinang.
“Pelaksanaan obor ini dimulai di Istana Kota Rebah, dan tentu ini adalah bagian daripada sejarah penting bagi Kota Tanjungpinang,” ujar Lis.
Dari lokasi tersebut, rombongan kirab melintasi tiga kecamatan, yakni Tanjungpinang Timur, Bukit Bestari, dan Tanjungpinang Barat, sebelum berakhir di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, menjelaskan kirab api obor menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyemarakkan pembukaan Porprov VI Kepri 2026.
Puncak pembukaan Porprov VI Kepri 2026 berlangsung di Pelataran Tugu Daun Sirih, kawasan Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Minggu (1/11/2026). Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, secara resmi membuka kompetisi tersebut yang ditandai dengan parade kontingen dari tujuh kabupaten/kota.
Ketujuh daerah yang ambil bagian yakni Kabupaten Kepulauan Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, serta Kota Tanjungpinang dan Batam.
Sebanyak 2.675 atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota mengikuti kompetisi olahraga terbesar tingkat Provinsi Kepri tersebut. Mereka akan bertanding dalam 30 cabang olahraga (cabor) yang tersebar di 24 venue di Kota Tanjungpinang.
Lis berharap penyelenggaraan Porprov kali ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga mampu mengantarkan Tanjungpinang kembali meraih gelar juara umum.
“Mudah-mudahan Kota Tanjungpinang bisa menghasilkan juara umum kembali sebagaimana yang kita peroleh pada pelaksanaan Porprov sebelumnya,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan penyelenggaraan Porprov dengan memberikan sambutan hangat kepada seluruh atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah.
“Saya mengajak masyarakat untuk ikut mendukung kesuksesan penyelenggaraan Porprov dengan memberikan sambutan ramah kepada seluruh kontingen dan tamu dari berbagai daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengapresiasi Pemerintah Kota Tanjungpinang, KONI Kepri, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov VI Kepri 2026.
Menurut Ansar, Porprov tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali dan pembuktian prestasi antardaerah. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menjaring atlet potensial yang dapat memperkuat Kepri pada kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.
“Porprov bukan hanya menjadi ajang memperebutkan medali, tetapi juga momentum menjaring atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kepri dalam berbagai kompetisi olahraga nasional maupun internasional,” tutur Ansar.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, KONI Kepri, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, Porprov harus menjadi ruang bagi generasi muda dari seluruh kabupaten/kota untuk mengembangkan potensi, berkompetisi secara sehat, dan meraih prestasi terbaik.
“Terima kasih kepada Wali Kota Tanjungpinang yang telah bersedia menjadi tuan rumah PORPROV Kepri keenam. Kita ingin memastikan potensi generasi muda dari seluruh kabupaten/kota mendapatkan ruang untuk berkembang, berkompetisi secara sehat, dan mencapai prestasi terbaik,” ujarnya.
Ketua KONI Kepri, Usep Rahmat, mengatakan peningkatan kualitas atlet dan pelatih menjadi salah satu fokus pembinaan olahraga di daerah. Menurutnya, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar Kepri mampu melahirkan atlet yang kompetitif.
“Dengan pembinaan yang dilakukan KONI secara berkelanjutan, diharapkan lahir atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kepri ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Usep.
Di sisi lain, persaingan perolehan medali mulai memperlihatkan kekuatan masing-masing daerah. Berdasarkan klasemen sementara Porprov VI Kepri per 31 Oktober 2026 pukul 23.00 WIB, Tanjungpinang berada di posisi teratas dengan raihan 10 medali emas.
Kota Batam menyusul di posisi kedua dengan tujuh medali emas. Namun, persaingan masih terbuka karena sejumlah cabang olahraga belum menyelesaikan seluruh pertandingan.
“Yang jelas sekarang posisi kita masih paling atas. Nanti kita lihat dengan adanya pertandingan-pertandingan lainnya,” ujar Lis.
Pada Porprov sebelumnya, Tanjungpinang harus puas menempati posisi kedua. Karena itu, status tuan rumah pada Porprov VI Kepri 2026 menjadi kesempatan bagi Tanjungpinang untuk kembali merebut gelar juara umum sekaligus memperkuat pembinaan atlet daerah.
Penyelenggaraan Porprov ini diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau di panggung olahraga nasional.
(red)





