TANJUNGPINANG – Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), menjadi korban penganiayaan berat yang mengakibatkan luka serius di bagian tubuhnya akibat serangan senjata tajam.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis di rumah sakit di Pekanbaru, Riau, sementara kasus penganiayaan tersebut tengah ditangani aparat kepolisian.
Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, bersama suaminya, Apri Sujadi, yang juga mantan Bupati Bintan itu, datang menjenguk Faradilla yang sedang menjalani masa pemulihan, pada Jumat (27/2/2026).. Kehadiran keduanya disambut haru oleh keluarga korban yang sejak awal setia mendampingi proses perawatan.
Apri Sujadi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moril agar korban dan keluarga tetap kuat menghadapi musibah yang terjadi.
“Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa ananda Faradilla. Kehadiran kami untuk memberikan semangat dan doa agar proses pemulihannya berjalan lancar,” ujar Apri kepada keluarga.
Ia berharap Faradilla segera pulih sehingga dapat kembali melanjutkan dan menyelesaikan studinya sebagai mahasiswi tingkat akhir.
Senada dengan itu, Deby Maryanti turut memberikan penguatan kepada keluarga, khususnya orang tua korban, agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.
Semoga keluarga diberikan kekuatan, dan Faradilla segera sembuh serta pulih seperti sediakala agar dapat melanjutkan studinya,” kata Deby.
Minta Pelaku Diproses Sesuai Hukum
Insiden berdarah itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) pagi di lingkungan kampus, tepatnya di lantai dua Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saat itu korban tengah bersiap mengikuti sidang skripsi sebelum tiba-tiba diserang pelaku Rehan Mujafar (21) dengan menggunakan kapak.
Akibat kejadian tersebut, sidang skripsi korban batal dilaksanakan dan Faradilla mengalami luka serius sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.
Apri Sujadi menyatakan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut serta meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Yang terpenting saat ini kondisi fisik dan psikis korban menjadi prioritas utama untuk pemulihan,” tegasnya.
Saat ini kondisi Faradilla dilaporkan berangsur membaik dan juga mendapatkan pendampingan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis pascakejadian.
Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Deby Maryanti dan Apri Sujadi, yang dinilai sangat membantu menguatkan mental korban di tengah masa sulit.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan moril yang diberikan. Ini sangat berarti bagi keluarga, khususnya bagi Faradilla dalam proses pemulihan,” ujar pihak keluarga.
(red)






