Waduk Sei Jago Rusak Parah, Wagub Kepri Intruksikan Rehabilitasi Total

Kepri122 Dilihat

KEPRI – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meminta agar Waduk Sei Jago di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan segera direhabilitasi secara menyeluruh. Hal ini menyusul kondisi waduk yang kini mengalami kerusakan parah dan tidak lagi berfungsi optimal sebagai daerah tangkapan air.

Permintaan tersebut disampaikan Nyanyang saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi waduk pada Senin (6/4/2026), didampingi Tim Percepatan Pembangunan Kepri Suyono Saeran serta Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kepri Dona Astriana.

Dalam peninjauan tersebut, Nyanyang menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang menyebabkan menurunnya fungsi waduk, mulai dari kerusakan fisik hingga dampak perubahan lingkungan di sekitar kawasan.

Ia menegaskan bahwa langkah penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui rehabilitasi total agar fungsi waduk dapat kembali maksimal dalam menopang kebutuhan air masyarakat.

Waduk Sei Jago di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. SK

Selain itu, Nyanyang juga mengarahkan agar dilakukan normalisasi aliran air dari hulu menuju intake guna memastikan distribusi air berjalan lebih lancar ketika kondisi waduk kembali pulih.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga berencana mengusulkan pembangunan tambahan tampungan air baru kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, tentu perlu dilakukan rehabilitasi total agar waduk ini kembali berfungsi maksimal,” tegas Nyanyang.

Waduk Sei Jago sendiri merupakan salah satu sumber air baku yang dikelola oleh Perumda Tirta Kepri dan melayani sekitar 3.000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban.

Namun, akibat kondisi kekeringan yang berkepanjangan, waduk tersebut saat ini tidak mampu lagi menyuplai kebutuhan air bagi pelanggan.

Kepala Bidang SDA Dinas PU Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, Waduk Sei Jago mampu mengalirkan air dengan kapasitas hingga 40 liter per detik.

Ia mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi juga adanya kebocoran pada struktur bawah waduk yang memperparah kondisi.

Selain itu, perubahan fungsi lahan di sekitar waduk turut menjadi faktor penyebab menurunnya daya dukung lingkungan, di mana kawasan yang sebelumnya berupa hutan kini sebagian besar telah beralih menjadi kebun masyarakat.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya kemampuan waduk dalam menampung dan menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis dan terintegrasi, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun pengendalian tata ruang di kawasan sekitar waduk.

Dengan langkah cepat dan tepat, diharapkan Waduk Sei Jago dapat kembali berfungsi optimal sebagai sumber air baku dan penopang kebutuhan masyarakat di wilayah Bintan Utara.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *