Wali Kota Lis dan Istri Dikukuhkan Sebagai Ayah dan Bunda Genre Tanjungpinang

Tanjungpinang499 Dilihat

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama sang istri yang juga Ketua TP PKK, Yuniarni Pustoko Weni atau akrab disapa Weni, resmi dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (Genre) Kota Tanjungpinang.

Pengukuhan keduanya dilakukan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Rabu (16/7/2025).

Gubernur Ansar didampingi istri, Dewi Kumalasari menyematkan selempang serta menyerahkan piagam kepada Lis dan Weni sebagai bentuk apresiasi atas dukungan aktif Lis dan Weni terhadap pengembangan remaja melalui PIK Remaja dan Forum Genre di Tanjungpinang.

Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen pemimpin daerah dalam membina dan mendampingi generasi muda melalui program Genre, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Lis menyatakan komitmennya untuk memperkuat program Genre sebagai bagian dari pembangunan keluarga. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyediakan ruang, pembinaan, dan fasilitas yang mendukung remaja Tanjungpinang.

Gubernur Ansar (kiri) dan Wali Kota Lis saat penyerahan piagam penghargaan dalam pengukuhan sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (Genre) Kota Tanjungpinang. (foto: prokopim)

“Genre harus tampil lebih aktif sebagai agen perubahan. Kita akan terus dorong kegiatan yang mampu membentuk remaja tangguh dan berkarakter,” ujar Lis dalam keterangannya melalui rilis Prokopim yang disampaikan ke media.

Ia mengatakan program ini akan dievaluasi dan dijalankan secara berkelanjutan agar berdampak langsung pada ketahanan keluarga, terutama dalam mengurangi risiko sosial dan persoalan remaja.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa tema Harganas 2025, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama bangsa.

Menurutnya, keluarga harus menjadi ruang yang sehat secara emosional, bebas dari gangguan digital, serta aktif dalam menanamkan nilai dan kedekatan antargenerasi.

Ansar juga menekankan perlunya penguatan gerakan penurunan stunting secara masif dan terukur. Ia menargetkan prevalensi stunting di Kepri bisa turun ke angka satu digit pada 2026.

“Peran Ayah dan Bunda Genre sangat penting. Ini bukan sekadar simbolik, tapi harus menjadi motor penggerak keluarga sehat dan remaja berkualitas,” tutup Ansar.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *