Ansar Dorong Permainan Rakyat Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Kepri

Kepri35 Dilihat

KEPRI – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengusulkan agar berbagai permainan rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kepulauan Riau dikemas lebih menarik sehingga mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Hal tersebut disampaikan Ansar saat menutup rangkaian kegiatan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, permainan tradisional merupakan bagian penting dari identitas budaya Melayu yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Ansar menilai banyak permainan rakyat yang memiliki nilai edukasi, kebersamaan, dan kearifan lokal, seperti canang, petak umpet, egrang, serta berbagai permainan tradisional lainnya yang layak diangkat kembali ke ruang publik.

“Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan rakyat perlu dikemas menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan Penyengat Heritage ke depan dapat dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang sehingga memberikan dampak yang lebih besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata masyarakat setempat.

Menurut Ansar, kegiatan tersebut berpotensi menjadi kenduri budaya tahunan Pulau Penyengat yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat posisi pulau bersejarah itu sebagai pusat kebudayaan Melayu.

Bahkan, ia mengusulkan agar event tersebut dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga memiliki nilai historis, budaya, dan edukasi yang semakin kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menjadi sarana promosi wisata dan budaya, Ansar menegaskan bahwa Penyengat Heritage juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara yang memiliki ikatan sejarah, bahasa, dan budaya yang sama.

Melalui kegiatan seperti ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan, sekaligus menjadi ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah perkembangan pariwisata modern.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *