HUT ke-242 Tanjungpinang Digelar Sederhana, Fokus Refleksi dan Nilai Budaya

Tanjungpinang84 Dilihat

TANJUNGPINANG – Hari ulang tahun (HUT) Tanjungpinang diperingati setiap tanggal 6 Januari. Pada peringatan ke-242 tahun 2026, Pemerintah Kota Tanjungpinang mengusung tema “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”.

Upacara peringatan digelar di halaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (6/1/2026), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Lis Darmansyah. Wakil Wali Kota Raja Ariza turut hadir beserta unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, instansi vertikal, serta ASN Pemko Tanjungpinang.

Dalam amanatnya, Lis menyampaikan bahwa di usia ke-242 tahun, Tanjungpinang bukan lagi kota yang baru berkembang, melainkan telah matang dan memiliki karakter kuat yang dibentuk oleh sejarah dan budaya Melayu.

Menurut Lis, perjalanan panjang sejarah telah membentuk Tanjungpinang sebagai kota yang kaya nilai budaya, santun dalam adat istiadat, serta menjunjung tinggi persatuan dan kebhinekaan.

Tema hari jadi tahun ini, lanjut Lis, terinspirasi dari nilai-nilai luhur Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, yang sarat dengan tuntunan moral, akhlak, dan nilai kehidupan yang tetap relevan hingga kini.

Wali Kota Lis saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-242 Tanjungpinang, di halaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (6/1/2026). (ft: pemko tpi)

Ia menegaskan, semangat “berbenah” sejalan dengan visi pembangunan Kota Tanjungpinang BIMA SAKTI, yang menekankan pembenahan menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik pemerintahan, tetapi juga pembangunan karakter, etika, dan akhlak masyarakat.

“Berbenah bukan hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga membangun jati diri masyarakat dengan tetap melestarikan budaya dan tradisi Melayu sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” ujar Lis dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang, Selasa (6/1/2026).

Lis juga mengajak seluruh masyarakat dan ASN untuk terus menjaga nilai sopan santun, kejujuran, dan gotong royong sebagai identitas daerah dan modal utama dalam mewujudkan Tanjungpinang yang maju dan berdaya saing.

Usai upacara, Wali Kota melakukan penandatanganan sejumlah nota kesepakatan, di antaranya dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Riau dan Pengadilan Negeri Tanjungpinang, serta penyerahan aset Pemko kepada Lanud RHF dan piagam purna tugas kepada ASN.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi tahun ini digelar secara sederhana dan khidmat sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatera yang tengah dilanda bencana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para leluhur dan sultan pada 5 Januari 2026, dilanjutkan upacara hari jadi pada 6 Januari, serta haul, istighotsah, dan doa bersama sebagai refleksi dan harapan bagi keselamatan serta keberkahan Kota Tanjungpinang dan bangsa Indonesia.

Sambut Hari Jadi Tanjungpinag, Wali Kota Lis Ziarah ke Makam Para Leluhur

Wali Kota Lis (kiri) bersama Forkopimda dan jajaran OPD Pemko Tanjungpinang saat ziarah ke makam para leluhur dalam menyambut HUT ke-242 Tanjungpinang, Senin (5/1/2026). (ft: pemko tpi)

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah dan jasa para pendahulu dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-242 Tanjungpinang, Senin (5/1/2026).

Pesan tersebut disampaikan saat ziarah makam para tokoh dan leluhur sebagai bagian dari rangkaian refleksi perjalanan dan jati diri kota.
Menurut Lis, sejarah memiliki keterkaitan erat dengan identitas Tanjungpinang.

Lis berharap momentum hari jadi menjadi pengingat, khususnya bagi generasi muda, untuk terus menghargai jasa para pejuang yang telah berkontribusi membangun daerah, sejalan dengan pesan “jas merah” agar tidak melupakan sejarah.

Ziarah makam dilakukan Wali Kota Lis  di sejumlah lokasi, termasuk Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Daeng Marewa, Daeng Celak, serta makam para tokoh di Pulau Penyengat.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Tanjungpinang juga diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial, seperti upacara, haul, istighotsah, serta penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana.

(Tr/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *