Insfratruktur hingga Pariwisata Jadi Prioritas Pokok Pikiran DPRD di Musrenbang Kabupaten Lingga

Tanjungpinang
Pembukaan Musrenbang tingkat Kabupaten Lingga yang dibuka oleh Bupati M. Nizar

LINGGA – Aziz Martindaz, S.Pd menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Lingga pada Kamis (24/03/2022).

Kehadiran Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga itu untuk menyampaikan Pokok-pokok pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga.

Sebagaimana diketahui, Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD adalah aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan untuk diperjuangkan di pembahasan RAPBD. Pokok pikiran DPRD disusun berdasarkan hasil reses/penjaringan aspirasi masyarakat. Dimana saat reses, anggota DPRD turun dan berinteraksi langsung dengan konstituennya di daerah pemilihan masing-masing.

Kembali ke pokok pikiran DPRD Lingga, ada sejumlah pokok pikiran yang menjadi prioritas di Musrembang, sebagaimana diuraikan Aziz Martindaz dalam sambutannya. Adapun prioritas pokok pikiran DPRD Lingga, antara lain, insfratruktur, produktivitas pertanian, industri, perdagangan dan pariwisata

“Ada beberapa pokok pikiran yang disampaikan pada Musrenbang tadi, diantaranya peningkatan insfratruktur, produktivitas pertanian, industri, perdagangan dan pariwisata,” sebut Aziz Martindaz.

Pokok pikiran DPRD ini disusun berdasarkan daftar kebutuhan prioritas masyarakat, yang juga selaras dengan program pembangunan daerah kabupaten Lingga. Hal ini dilakukan sebagai wujud kebersamaan antara Pemerintah Daerah dan DPRD dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu Yang Maju Dan Sejahtera”.

Penyerahan dokumen pokok pokok pikiran DPRD kepada Pemkab Lingga

Menurut Aziz Martindaz, sektor-sektor dalam pokok-pokok pikiran DPRD ini menjadi bagian penting untuk peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat Kabupaten Lingga.

“Yang tentunya sektor-sektor itu bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Lingga,” lanjut Aziz Martindaz.

Terkait peningkatan infrastruktur, Aziz Martindaz menjelaskan saat ini kabupaten Lingga sangat membutuhkan ketersedian insfratruktur yang memadai dan berkualitas. Terutama infrastruktur yang menghubungkan langsung dengan sentra produksi dan perdagangan.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian khusus dan tetap menjadi skala prioritas dalam program pembangunan Pemkab Lingga, hal ini mengingat kabupaten Lingga sebagai daerah kepulauan.

Seperti pembangunan jalan di daerah-daerah atau desa terpencil, yang bertujuan untuk menghubungkan atau membuka akses ke desa-desa lainnya di wilayah kabupaten Lingga.

Kemudian pembangunan pelabuhan-pelabuhan penyebarangan dalam rangka peningkatkan konektivitas antar pulau di Kabupaten Lingga, yang dipisahkan oleh perairan laut.

Termasuk pembangunan irigasi untuk sistem pengairan persawan di Lingga. Sebagaimana diketahui, dalam 5 tahun terakhir ini sektor pertanian mulai dikembangkan di kabupaten Lingga.

Foto bersama

Di tahun 2017, misalnya, Pemkab Lingga mencanangkan pencetakan sawah seluas 3 ribu hektare di kabupaten Lingga, yang dipersiapkan untuk lahan pertanian Padi.

Namun, produktivitas pertanian Padi dari pencetakan sawah baru itu, belum optimal karena belum adanya pembangunan irigasi untuk sistem pengairan lahan pertanian. Saat itu sistem pengairan masih bergantung pada air hujan.

Menurut Aziz, dengan adanya insfratruktur yang memadai dan berkualitas, dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang baik di sentra-sentra produksi dan perdagangan, kata Aziz, akan semakin memudahkan investor atau pelaku usaha dalam menjalankan roda usahanya di kabupaten Lingga. Hal ini tentunya berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah (PAD).

Akan tetapi, lanjut Aziz, insfratruktur yang dibangun tentunya harus diimbangi dengan pemeliharaan, hal ini bertujuan untuk menjamin infrastruktur yang dibangun dapat diakses atau digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Yang paling penting insfratruktur itu diimbangi dengan kegiatan atau bukti nyata dan juga upaya pemeliharaan secara rutin serta berkala,” kata Aziz Martindaz.

Selanjutnya, Aziz mengungkapkan terkait sektor pertanian dan pengembangan potensi daerah. Dia menyebutkan peningkatan produktivitas sektor pertanian dan pengembangan potensi daerah harus menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.

Peningkatan produktivitas pada sektor pertanian sangat penting untuk dapat ditingkatkan agar produk-produk yang dihasilkan dari sektor pertanian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat atau dapat diekspor keluar daerah yang bertujuan nantinya berdampak pada perekonomian keseluruhan untuk Kabupaten Lingga.

Dampak lain dari upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian yakni terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, meski demikian untuk meningkatkan produktivitas pertanian harus juga dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dibidangnya dan diharapkan dari peningkatan poduktivitas pertanian itu berdampak secara keseluruhan pada perekonomian pada umumnya.

Kabupaten Lingga merupakan wilayah yang luas dan masih banyak terdapat lahan-lahan kosong hendaknya potensi-potensi yang ada di Kabupaten Lingga dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, baik itu potensi dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan dan sebagainya.

“Masing-masing sektor tersebut secara nyata menjadi bagian penting bagi masyarakat pada umumnya, yang seharusnya mendapatkan perhatian yang cukup dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat pada umumnya,” kata Aziz Martindaz.

Dalam 5 tahun terakhir ini, yang dimulai sejak kepemimpinan Alias Wello, Bupati Lingga periode 2016-2020, sektor pertanian mulai dikembangkan di kabupaten Lingga.

Di tahun 2017, Pemkab Lingga mencanangkan pencetakan sawah seluas 3 ribu hektare di kabupaten Lingga, yang dipersiapkan untuk lahan pertanian Padi.

Namun, produktivitas pertanian Padi dari pencetakan sawah baru itu, belum optimal sesuai harapan karena belum adanya pembangunan irigasi untuk sistem pengairan lahan pertanian. Saat itu sistem pengairan masih bergantung pada air hujan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga berharap pokok-pokok pikiran yang disampaikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga tersebut mendapat perhatian yang tujuannya agar berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi serta dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran dan juga kemiskinan.

Lebih jauh Aziz Martindaz mengutarakan, upaya peningkatan kualitas dan akses pelayanan dasar masyarakat juga harus di dukung oleh efektifitas birokrasi pemerintah daerah.

Sambung Aziz Martindaz, dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan sendirinya masyarakat akan semakin maju selain itu juga berdampak positif bagi pembangunan Kabupaten Lingga.

Aziz Martindaz mengatakan Musrenbang merupakan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan, tujuan dan sasaran serta pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati Lingga.

“Sebagai bagian dari unsur Pemerintah Daerah, DPRD sudah tentu dilibatkan secara intensif pada proses dan tahapan penyusunan dokumen. Baik itu dokumen RKPD yang disusun setiap tahunnya maupun dalam penyusuanan RPJMD,” kata Aziz Martindaz.

Dengan dilibatkanya DPRD dalam pembahasan sejak awal diharapkan dapat memberi masukan dalam penyusunan dokumen RKPD, yang mana masukan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang didapat ketika melaksanakan reses maupun kunjungan kerja ke desa-desa atau kecamatan.

Sambung Aziz Martindaz dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang pembinaan dan pengawasan penyelengaraan pemerintah daerah dan untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang lebih baik dan menciptakan keterbukaan informasi yang ditetapkan dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 70 tahun 2019 tentang Sisten Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah yaitu untuk mencermati kembali masukan yang pernah kami sampaikan. DPRD menyambut baik serta mendukung target kinerja pemerintah dalam pencapaian terhadap Desa Persiapan menjadi Desa Defenitif. Seluruh kesiapan yang diperlukan dalam mencapai desa defenitif sebagian besar sudah kami masukkan ke dalam pokir-pokir dewan,” kata Aziz Martindaz.

Pada kesempatan itu ada beberapa hal yang disampaikan Aziz Martindaz untuk menjadi perhatian pemerintah daerah untuk pencapaian desa defenitif diantaranya, air Bersih, akses jalan dan jembatan, listrik dan telekomunikasi.

Lalu pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat diantaranya, sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru, sarana dan prasarana kesehatan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lingga, Aziz Martindaz berharap musrenbang mampu mewujudkan kesamaan pandangan dan pemahaman terkait kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2023, serta menjadi komitmen bersama dalam menginflemantasikan perencanaan pembangunan dan tetap memperhatikan sinergitas perencanaan pembangunan di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional. ***

KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini