TANJUNGPINANG – Musim kemarau yang berlangsung sejak awal tahun 2026 mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi warga terdampak kekeringan.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya warga menengah ke bawah, tetap mendapatkan akses air bersih. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, silakan menghubungi call center di nomor 0821-7325-5567,” ujar Lis, Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan, layanan distribusi air bersih tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi juga mencakup rumah ibadah dan fasilitas umum (fasum) yang terdampak kekeringan.
“Pemko tidak hanya melayani kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memastikan rumah ibadah dan fasilitas umum tetap dapat berfungsi dengan baik. Ini adalah wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan air bersih secara berkelanjutan sejak beberapa bulan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Februari 2026, pihaknya telah mendistribusikan 611,9 ton air bersih melalui 114 kali pengiriman ke hampir 18 kelurahan.
Distribusi tersebut terus berlanjut hingga Maret 2026. Selama bulan ini, BPBD kembali menyalurkan tambahan 50 ton air bersih, dengan wilayah terbanyak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang menerima hampir 30 ton.
“Distribusi air bersih telah kami lakukan sejak awal tahun dan hingga saat ini masih terus berjalan. Selama musim kemarau belum berakhir dan masyarakat masih membutuhkan, BPBD akan terus melaksanakan pendistribusian,” jelas Yamin.
Ia menambahkan, mekanisme pengajuan distribusi dilakukan melalui laporan RT dan RW yang diteruskan ke kelurahan, kemudian diajukan ke BPBD. Sejumlah wilayah yang kerap mengalami kekurangan air antara lain Kampung Bugis, Senggarang, Batu Sembilan, Batu Delapan, Pinang Kencana, serta kawasan permukiman lainnya.
Dalam operasionalnya, BPBD mengerahkan berbagai armada, mulai dari truk tangki berkapasitas 5 ton, kendaraan Hilux 2 ton, hingga mobil L300 berkapasitas 1 ton dengan tandon tambahan. Distribusi juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Kota Tanjungpinang serta BPBD Provinsi Kepulauan Riau dengan tambahan kapasitas hingga 15 ton air.
Sumber air diperoleh dari sumur milik BPBD, pasokan dari wilayah Tanjung Moco, serta dukungan PDAM Sungai Pulai melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemerintah Kota Tanjungpinang turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau, serta segera melapor apabila mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti.
(red)












