TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menggagas penyesuaian jadwal penerbangan Garuda Indonesia agar maskapai tersebut tetap melayani rute dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) secara optimal.
Lis menyampaikan gagasan ini saat bertemu dengan PT Angkasa Pura dan perwakilan PT Garuda Indonesia di kantor wali kota, Rabu (4/2/2026).
Wali Kota Lis mengungkapkan gagasan ini di tengah kabar bahwa Garuda Indonesia berencana menghentikan layanan dari Bandara RHF akibat evaluasi operasional dan tingkat keterisian penumpang sebelumnya.
Pemko Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Lis Darmansyah berupaya mencari solusi agar maskapai pelat merah tersebut tetap melayani penerbangan dari ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu.
Lis menilai, penyesuaian slot penerbangan menjadi kunci agar layanan Garuda kembali berjalan maksimal dan sesuai kebutuhan penumpang di Tanjungpinang. Jadwal keberangkatan, menurutnya, perlu menyesuaikan dengan kondisi perjalanan masyarakat menuju bandara.
“Slot pukul 07.00 WIB cukup berat, karena penumpang sudah harus berangkat sekitar pukul 04.30 WIB. Kecuali akhir pekan. Opsi yang lebih memungkinkan sekitar pukul 10.00 WIB atau lebih siang,” usul Lis dalam pertemuan tersebut, dikutip dari laman Pemko Tanjungpinang, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya tingkat keterisian penumpang sebelumnya bukan karena minimnya permintaan, melainkan ketidaksesuaian jadwal. Hal itu terlihat dari maskapai lain yang tetap ramai melayani rute yang sama dari Tanjungpinang.
Pemko Tanjungpinang, lanjut Lis, akan menyiapkan surat resmi berisi usulan penyesuaian slot penerbangan. Usulan tersebut juga akan disampaikan kepada Komisi VI DPR RI sebagai bentuk dukungan kebijakan agar layanan Garuda tetap beroperasi dari RHF.
Perwakilan Garuda Indonesia menyebutkan, tingkat keterisian penumpang di Tanjungpinang saat ini menunjukkan peningkatan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 60 persen.
Sebelumnya, Garuda melayani penerbangan dari Tanjungpinang pada pukul 07.00 WIB dan dari Jakarta pukul 15.30 WIB dengan pola pesawat menginap di Tanjungpinang. Namun, jadwal itu diubah tahun lalu menjadi penerbangan pagi dari Jakarta.
Perubahan jadwal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama. Penyesuaian slot diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan Garuda di Bandara RHF sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang di Tanjungpinang.
(tr/red)






