Puluhan Kader dan Ratusan Loyalis Gerindra Pilih Gabung ke PAN

Tanjungpinang
Momen pertemuan Haji Dharma Setiawan (kiri) dan Oyon yang membahas berbagai hal, salah satunya terkait para kader Gerindra lainnya yang mundur untuk bergabung ke PAN

TANJUNGPINANG – Kabar terbaru, puluhan kader dan ratusan loyalis DPC Gerindra Kota Tanjungpinang yang sebelumnya ramai-ramai mengundurkan diri, telah menentukan sikap untuk bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN). Kabar perpindahan itu disampaikan para kader Gerindra yang telah mundur dari pengurus dan keanggotaan partai.

Ismulyono atau yang akrab dipanggil Oyon itu, salah seorang kader Gerindra Tanjungpinang yang mundur. Sebelum mundur, ia menjabat Bendahara DPC Tanjungpinang. Oyon mundur pada 20 Juli 2022, dan menjadi kader pertama Gerindra yang menyatakan mundur.

Oyon membenarkan ia bersama puluhan kader Gerindra, hingga ratusan loyalisnya, yang sebelumnya menyatakan mundur, telah sepakat bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN).

“Benar, kami memilih bergabung ke PAN. Sejak mundur dari Gerindra, kami terus berkomunikasi, sering bertemu, lalu membicarakan langkah selanjutnya, karena kami ingin terus berkarya juga. Setelah beberapa kali bertemu, kami sangat kompak untuk bersama-sama hijrah ke PAN, dan ternyata pintu terbuka lebar menerima kami di PAN,” ungkap Oyon, di Tanjungpinang, Rabu (10/8).

Momen Haji Dharma Setiawan (kiri) dan Oyon salam komando tanda sepakat bergabung ke PAN, usai pertemuan dalam membicarakan keinginan para kader Gerindra yang mundur untuk bergabung ke PAN

Untuk penjajakan, Oyon menyebut telah beberapa kali berkomunikasi dengan PAN, melalui Haji Dharma Setiawan. Meski saat ini menjabat anggota DPD RI Dapil Provinsi Kepri, namun Haji Dharma, beliau akrab disapa, merupakan sosok berpengaruh di PAN Kepri karena loyalitasnya dalam membesarkan partai besutan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan RI itu.

Dalam setiap komunikasi yang terjalin, Oyon bercerita, Haji Dharma sangat mendukung langkah mereka bergabung di PAN. Di sisi lain, PAN sendiri juga terbuka pintu lebar menerima kehadiran mereka. Oyon menegaskan kepastian bergabung ke PAN diputuskan dalam pertemuan terkahir dengan Haji Dharma, pada Selasa (9/8) kemarin. Ia juga mengirimkan photo momen pertemuan dengan Haji Dharma Setiawan.

“Saya dan teman-teman bertemu dengan Pak Haji Dharma Setiawan, kemarin, di Tanjungpinang. Pertemuannya sederhana, namun sangat bermakna. Banyak pandangan dan harapan yang diutarakan, dan kami sangat kagum dengan ketokohan beliau yang membuat kami lebih yakin dan percaya diri bergabung di PAN, untuk bisa berkiprah lebih luas lagi bagi daerah dan bangsa ini,” ucap Oyon.

“Kami hadir di PAN, tentu karena ingin bersama-sama membesarkan PAN khususnya di Tanjungpinang, dengan tekad kuat memengkan PAN di Pemilu 2024 nanti, setidaknya dapat menambah perolehan jumlah kursi PAN di DPRD Tanjungpinang. Tentu tujuan semua itu tidak terlepas dari keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, terutama dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Oyon.

Hal sama diungkapkan oleh Hendro Purnawan, yang ikut bersama Oyon dalam pertemuan dengan Haji Dharma. Hendro sebelumnya menjabat Ketua PAC Gerindra Kecamatan Tanjungpinang Barat, yang sekaligus menjadi komando saat 42 pengurus PAC hingga Ranting Gerindra Tanjungpinang Barat, mengajukan surat pengunduran diri ke Gerindra, pada 5 Agustus lalu.

Hendro mengatakan ia dan teman-temannya sudah membulatkan diri untuk bergabung di PAN, setelah bertemu dengan Haji Dharma. Hendro mengaku bergabung ke PAN, salah satu faktornya karena melihat ketokohan Haji Dharma, yang patut diteladani oleh kaum muda seperti dirinya, agar memiliki visi yang kuat. Selain itu, mereka juga ingin melanjutkan kiprah di panggung politik lewat PAN, setelah hengkang dari Gerindra

Haji Dharma Setiawan dan Hendro Purnawan, kader Gerindra yang juga mengundurkan diri, dari ketua PAC Tanjungpinang Barat dan keanggotaan partai

Menurut Hendro, banyak hal-hal baru yang dipetik saat bertemu dengan Haji Dharma. Pribadinya yang lembut dan santun, juga sarat ide-ide cemerlang, dengan visi yang jauh ke depan. Jika ide-ide tersebut diterapkan, ia yakin memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat.

“Saya sangat bangga bisa diterima di PAN, apalagi ke depan ini akan semakin dekat dengan Pak Haji Dharma, saya bisa sering berkomunikasi dan berdiskusi terkait hal-hal kemasyaraktan. Saya juga ingin banyak belajar dengan beliau dan dengan banyak hal,” ucap Hendro.

Oyon menambahkan meski sebagian dari mereka, kader Gerindra yang mundur, tidak bisa berkesempatan hadir dalam pertemuan dengan Haji Dharma, namun apa hasil dan perkembangan dari pembicaraan-pembicaraan tersebut selalu disampaikan, termasuk pertemuan terakhir kemarin. Setelah dikomunikasikan, kata Oyon, ternyata semua menyatakan sepakat untuk bergabung ke PAN.

“Soal kapan resminya bergabung ke PAN, dengan memakai atribut dan memiliki kartu keanggotaan PAN, tentu sedang berproses. Pada waktunya, kami akan sampaikan juga secara terbuka ke publik, bahwa kami secara resmi telah bergabung dan menjadi anggota partai PAN. Hal ini penting bagi kami, agar masyarakat Tanjungpinang, barisan simpatisan dan pendukung kami, dapat mengetahui keberadaan kami yang sudah di PAN, setelah keluar dari Gerindra,” tegas Oyon.

Kader Gerindra Ramai-ramai Mundur, Dipicu Gonta-ganti kepengurusan dan Pergantian Ketua

Pengurus PAC- Ranting Gerindra Tanjungpinang Barat di KPU, saat menyerahkan tembusan surat pengunduran diri dari gerindra

Sebagaimana diketahui, ada puluhan kader Gerindra Tanjungpinang yang sebelumnya menyatakan mundur. Diantarannya, Oyon yang menjabat Bendahara DPC Gerindra Tanjungpinang.

Langkah Oyon ini kemudian diikuti ratusan loyalisnya yang mencabut dukungan ke Gerindra. Berselang beberapa hari, seluruh pengurus PAC-Ranting Gerindra Tanjungpinang Barat, yang berjumlah 42 orang menyatakan mundur. Disusul 3 pengurus DPC Gerindra Tanjungpinang, yaitu Turyat dan Alex Supryanto yang menjabat wakil ketua, Abdul Hadi Sudomo sebagai anggota penasehat.

Pernyataan mundur juga datang dari sejumlah pengurus PAC Gerindra Kecamatan Kota, diantaranya Herman, Rahmat, Erfendi, Nustajar, dan Saprulizan.

Gonta ganti kepengurusan, hingga percopotan Endang Abdullah dari jabatan ketua DPC Gerindra Tanjungpinang yang digantikan Mayanti, disebut menjadi pemicu puluhan kader Gerindra serta ratusan loyalisnya, beramai-ramai mengundurkan diri.

Dari sejak Januari 2022, terjadi 2 kali pergantian pengurus DPC Gerindra Tanjungpinang. Yang terkahir pada 15 Juli, seiring pencopotan Endang Abdullah dari jabatan ketua. Para kader tidak setuju Endang Abdullah dicopot dari jabatan ketua, mengingat dirinya masih menjabat Wakil Wali Kota Tanjungpinang hingga tahun 2023. Selain itu, pergantian terkesan mendadak dan tidak akomodatif terhadap suara kader dari lingkungan kepengurusan Cabang hingga PAC dan Ranting Gerindra Tanjungpinang.

Mereka menilai pencopotan Endang Abdullah, tak lain adalah sarat kepentingan kelompok tertentu yang sebenarnya tidak memiliki loyalitas dalam membesarkan partai. Namun hanya menunjukkan punya ambisi kuat untuk menjadi pengurus partai. Akhirnya, para kader Gerindra Tanjungpinang ramai-ramai mundur karena merasa tidak nyaman lagi di partai. ***

KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini