Rekan Wartawan Gelar Penghormatan Terakhir untuk Almarhum Gindo Pakpahan

Tanjungpinang284 Dilihat

TANJUNGPINANG – Rekan-rekan wartawan menggelar acara khusus sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Gindo Pakpahan sekaligus menyampaikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan di rumah duka, Jalan MT Haryono, Batu 3, Tanjungpinang, Selasa (26/5/2026).

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga datang melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dari pantauan, puluhan wartawan tampak hadir langsung di rumah duka untuk memberikan penghormatan dan doa bagi almarhum. Acara tersebut dipandu oleh Aryanto Pandiangan yang juga merupakan Sintua (penatua) di Gereja HKBP Resort Naomensen Batu 6.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu pujian dan penghiburan, dilanjutkan dengan penyampaian ucapan belasungka dan kata-kata penghiburan kepada keluarga almarhum, serta ditutup dengan doa bersama agar Gindo Pakpahan diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Dalam kesempatan itu, Robin Simanungkalit dan Charles Sitompul mewakili rekan-rekan wartawan menyampaikan ucapan belasungkawa dan kata-kata penghiburan kepada keluarga almarhum.

Charles mengaku telah lama mengenal sosok almarhum di dunia jurnalistik. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam, kritis, namun penuh motivasi dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan.

“Selama menjadi wartawan, beliau banyak menorehkan karya dan sering membantu masyarakat kecil melalui tulisan-tulisannya,” ujar Charles.

Rekan-rekan wartawan menyampaikan ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir untuk almarhum Gindo Pakpahan di rumah duka. SK

Ia juga berpesan agar anak-anak almarhum meneladani perjuangan dan semangat bapak mereka dengan terus rajin belajar demi meraih masa depan yang lebih baik.

“Beliau memang pendiam, tetapi kritis dan penuh motivasi. Anak-anaknya harus mencontoh semangat perjuangan bapaknya, rajin belajar agar bisa menjadi orang yang berguna serta membantu mama yang kini berjuang sendiri untuk keluarga. Harus lebih hebat dari bapak,” kata Charles penuh haru.

Hal senada disampaikan Robin Simanungkalit yang mengaku sudah cukup lama mengenal almarhum. “Almarhum adalah orang baik, pendiam, tetapi selalu aktif menjalankan profesi wartawan dengan sikap kritis. Prinsip beliau sederhana, sedikit bicara tetapi banyak bekerja,” ungkap Robin.

Robin juga berharap kepergian sang ayah dapat menjadi motivasi bagi anak-anak almarhum untuk terus berjuang meraih cita-cita. “Bapak memang sudah tiada, tetapi jadikan perjuangan beliau selama ini sebagai motivasi untuk sukses. Rajin belajar agar cita-cita bisa tercapai,” pesannya.

Kepada istri almarhum, Robin turut menyampaikan kata-kata penghiburan dan penguatan agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

Menurutnya, kematian merupakan kehendak Tuhan dan yang pasti akan dialami setiap manusia, sehingga keluarga diharapkan tetap kuat dan berserah kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan ke depan.

“Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Semua ini adalah kehendak Tuhan dan setiap manusia pasti akan mengalaminya. Serahkan semuanya kepada kuasa Tuhan agar diberikan jalan untuk melanjutkan kehidupan, terutama bagi anak-anak,” ujar Robin.

Ia juga mengajak keluarga untuk terus berdoa dan memohon kekuatan kepada Tuhan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. “Minta pertolongan kepada Tuhan dan doakan almarhum agar tenang bersama Tuhan di surga,” tambahnya.

Setelah penyampaian kata-kata penghiburan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan satu lagu pujian duka dan penghiburan yang kemudian ditutup dengan doa oleh Robin Simanungkalit.

Selanjutnya, rekan-rekan wartawan menyerahkan bantuan kepada keluarga almarhum sebagai pengganti karangan bunga duka cita yang dikumpulkan secara sukarela dari para wartawan.

“Di sini ada bantuan dari rekan-rekan wartawan sebagai pengganti krans bunga. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi bantuan ini merupakan bentuk keikhlasan hati kami dari rekan-rekan almarhum,” ujar Robin.

Usai acara, para wartawan kemudian menyalami seluruh keluarga almarhum sambil menyampaikan ucapan penghiburan dan doa terakhir untuk almarhum Gindo Pakpahan.

Gindo Pakpahan meninggal dunia pada Minggu pagi (24/5/2026) di kediamannya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.

Almarhum akan dimakamkan pada hari ini, Selasa (26/5/2026) di pemakaman Kristen Kilometer 16, Tanjungpinang.

Selamat jalan sobat Gindo Pakpahan. Semoga segala kebaikanmu diterima Tuhan Yang Maha Kuasa, segala kesalahan diampuni, dan diberikan tempat terbaik bersama Tuhan di surga.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *