LINGGA – Rencana pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Lingga terkait polemik perkebunan kelapa sawit PT CSA mendapat perhatian dari ribuan pekerja perusahaan. Mereka menyatakan siap hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para anggota dewan.
Para pekerja menilai pembahasan mengenai PT CSA selama ini lebih banyak menyoroti berbagai persoalan yang berkembang. Sementara itu, suara masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari perusahaan dinilai belum mendapat ruang yang seimbang dalam forum publik.
Pekerja yang berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Senempek, Centeng, Pekaka, Desa Langkap hingga Pulau Senayang, mengatakan keberadaan PT CSA telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga.
Mereka menjelaskan, operasional perusahaan melibatkan tenaga kerja lokal di berbagai sektor, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, pembersihan areal hingga pekerjaan operasional lainnya.
“Kami siap hadir dalam RDP. Kami ingin suara kami juga didengar karena kami adalah masyarakat yang bekerja dan mencari nafkah di perusahaan ini,” ujar salah seorang pekerja, Rabu (5/8/2026).
Para pekerja berharap forum RDP berlangsung secara berimbang dengan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak, termasuk pekerja, untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka secara terbuka.
Perwakilan aliansi pekerja, Syarifuddin atau yang akrab disapa Joko, mengatakan polemik yang berkembang turut berdampak terhadap para pekerja dan keluarganya yang menggantungkan kehidupan ekonomi dari perusahaan tersebut.
“Jangan hanya mendengar satu sisi. Kami juga masyarakat Lingga yang setiap hari bekerja di sini. Kami ingin menyampaikan langsung bahwa banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini,” katanya.
Joko juga mempertanyakan pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat dalam menyampaikan penolakan terhadap perusahaan.
“Kalau ada yang mengatakan masyarakat menolak, masyarakat yang mana? Kami juga masyarakat. Kami ingin semua pihak melihat kondisi di lapangan secara utuh. Karena itu kami siap hadir dalam RDP agar aspirasi pekerja juga didengar,” tegasnya.
Para pekerja menilai penyelesaian persoalan sebaiknya ditempuh melalui dialog yang adil dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk masyarakat yang bekerja di PT CSA.
Mereka juga berharap RDP di DPRD Lingga dapat menjadi ruang untuk mendengar seluruh aspirasi sehingga keputusan yang diambil mempertimbangkan berbagai sudut pandang.
(Taufik/lingga)






