TANJUNGPINANG – Semangat kebersamaan dan kreativitas warga Tanjungpinang Timur mengalir kuat dalam perayaan HUT ke-24 Otonomi Kota Tanjungpinang, Sabtu (11/10/2025). Dalam Parade Budaya dan Mobil Hias yang digelar Pemko Tanjungpinang, sebuah kapal besar yang menjadi simbol perjalanan menuju kota yang berbudaya, sejahtera, dan berintegritas, tampil menawan.
Kapal itu adalah karya Kecamatan Tanjungpinang Timur yang mengusung tema “Bulang Linggi Berciaukan BIMA SAKTI.” Desainnya menggambarkan kapal layar megah, dihiasi ukiran khas Melayu dan ornamen bernuansa laut sebagai simbol keterbukaan dan semangat berlayar bersama menuju kemajuan.
Di sisi kapal terpahat sembilan nilai yang membentuk akronim BIMA SAKTI: Berbudaya, Indah, Melayani, Aman, Sejahtera, Agamis, Kreatif, Teknologi, dan Integritas. Nilai-nilai tersebut merepresentasikan arah pembangunan Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza.
“Kapal layar dan Bulang Linggi menggambarkan perjuangan dan semangat gotong royong masyarakat untuk menggapai visi Tanjungpinang yang sejahtera. Kita berlayar bersama, tidak sendiri,” ujar Camat Tanjungpinang Timur, Saparilis, di sela parade.
Lebih jauh, Saparilis menegaskan bahwa parade budaya bukan semata hiburan, tetapi sarana memperkuat karakter daerah dan memperluas dampak ekonomi kreatif masyarakat.
“Parade ini memberi ruang ekspresi bagi warga, menumbuhkan rasa bangga pada budaya sendiri, sekaligus menggeliatkan sektor UMKM dan pariwisata,” tuturnya.
Warga pun tampak antusias mengikuti kegiatan tahunan ini. Mereka menyebut penampilan Tanjungpinang Timur paling menonjol dan sarat makna.
“Kapalnya megah dan penuh pesan. Anak-anak senang sekali lihat atraksi dan kostumnya,” kata Rina, warga Batu 9 yang datang bersama keluarganya.
Selain kecamatan, parade juga diikuti pelajar, komunitas seni, sanggar budaya, dan perangkat daerah. Setiap peserta tampil dengan kreativitas tinggi, membawa nuansa khas daerah masing-masing.
Rangkaian acara ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan 24 tahun otonomi Tanjungpinang, dari kota kecil yang bertumbuh menjadi pusat budaya dan ekonomi di Kepulauan Riau.
Dengan semangat BIMA SAKTI, Tanjungpinang Timur meneguhkan diri untuk terus berlayar menuju kota yang berdaya saing dan berkeadaban.






