Wabup Anambas Pimpin Rakor Persiapan Peresmian RSUD Tarempa oleh Presiden

Anambas23 Dilihat

ANAMBAS – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., memimpin rapat koordinasi persiapan rencana peresmian RSUD Tarempa oleh Presiden Republik Indonesia. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Senin (7/9/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai kebutuhan persiapan yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya terkait transportasi, sarana dan prasarana, mobilisasi personel, kendaraan kepresidenan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Dalam rapat, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Romi Sitorus, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh informasi dari Tanjungpinang mengenai permintaan pesawat TNI AL untuk masuk ke Matak pada 10 September 2026. Pesawat tersebut direncanakan membawa rombongan Gubernur Kepulauan Riau.

Selain itu, Tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tengah melakukan konfirmasi mengenai kondisi dan kemampuan Bandara Matak, terutama terkait kemungkinan pendaratan pesawat Hercules untuk mengangkut kendaraan kepresidenan.

Rapat koordinasi persiapan rencana peresmian RSUD Tarempa oleh Presiden Republik Indonesia. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Senin (7/9/2026). SK

Apabila Bandara Matak tidak memungkinkan digunakan untuk pendaratan Hercules, alternatif pengangkutan kendaraan akan dikoordinasikan melalui Bandara Hang Nadim Batam atau Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Pilihan lainnya ialah menggunakan transportasi laut.

Berdasarkan perkembangan informasi yang diterima, kemungkinan kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kepulauan Anambas disebut mencapai sekitar 75 persen. Untuk mendukung persiapan tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau guna memastikan kemungkinan kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) dapat digunakan untuk membawa kendaraan kepresidenan ke Anambas.

Dalam rapat juga dibahas dua agenda yang direncanakan, yakni peresmian RSUD Tarempa dan Sekolah Rakyat. Sementara itu, kendaraan kepresidenan direncanakan diberangkatkan menuju wilayah Kepulauan Riau, dengan rute pengiriman masih menunggu kepastian melalui Bandara Hang Nadim Batam atau Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Terkait Bandara Matak, disampaikan bahwa landasan pacu sepanjang sekitar 1.200 meter dinilai belum mencukupi untuk digunakan sebagai lokasi pendaratan pesawat Hercules.

Sementara itu, PMO Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Lili Sholihah, melalui konferensi video menyampaikan bahwa kedatangan personel Kementerian Kesehatan RI direncanakan pada Selasa (8/9/2026). Namun, keberangkatan tersebut menghadapi kendala akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta yang berkaitan dengan kondisi debu vulkanik.

Pihak Kementerian Kesehatan RI juga menanyakan kesiapan daerah, antara lain tenda, sound system, serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. Pemerintah daerah diminta segera menyampaikan informasi mengenai kesiapan sarana dan prasarana agar kebutuhan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Raja Bayu menyampaikan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana di daerah perlu diantisipasi dengan mendatangkan fasilitas yang belum tersedia dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan kendala teknis selama pelaksanaan kegiatan.

Raja Bayu meminta waktu hingga sore hari untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh kebutuhan, baik fasilitas yang dapat disiapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun kebutuhan yang masih mengalami kekurangan. Kedatangan personel Kementerian Kesehatan nantinya akan menggunakan penerbangan dari Tanjungpinang untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan.

Selain keterbatasan fasilitas, jarak tempuh dari Batam maupun Tanjungpinang menuju Anambas yang cukup jauh serta terbatasnya jadwal transportasi juga menjadi tantangan dalam mobilisasi personel dan perlengkapan.

Terkait rencana kedatangan Tim Pendahulu Kunjungan Kerja Presiden RI, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas akan berkoordinasi dengan pihak Bandara Matak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan izin dan kesiapan pendaratan pesawat Susi Air yang direncanakan membawa tim pendahulu.

Untuk alternatif transportasi laut, berdasarkan informasi dari ASDP, KMP Bahtera Nusantara 01 melayani lintasan yang mencakup wilayah Anambas, termasuk Letung–Matak, dengan kapasitas hingga 26 kendaraan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan ASDP Kepulauan Riau terkait kemungkinan penggunaan KMP Bahtera Nusantara 01, KMP Bahtera Nusantara 02, atau KMP Bahtera Nusantara 03.

Kapal Ro-Ro tersebut direncanakan menjadi alternatif transportasi untuk membawa kendaraan kepresidenan, kendaraan pendukung, serta kendaraan pendamping lainnya yang diperlukan selama kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia. Kapal juga diharapkan dapat berlayar dan sandar di Pelabuhan Tarempa.

Rapat koordinasi ini guna percepatan persiapan sejumlah kebutuhan dalam persiapan peresmian RSUD Anambas terutama transportasi, kendaraan kepresidenan, listrik, air bersih, tenda, sound system, serta fasilitas pendukung lainnya.

Perangkat daerah terkait akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Kesehatan RI, pihak Bandara Matak, ASDP Kepulauan Riau, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kesiapan teknis dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *