Weni Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda Baca Tanjungpinang Periode 2025-2030

Terkini11 Dilihat

TANJUNGPINANG – Yuniarni Pustoko Weni, yang juga menjabat Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda Baca Kota Tanjungpinang periode 2025–2030 oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Selasa (3/11/2026).

Pengukuhan berlangsung di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Dalam sambutannya, Weni mengatakan jabatan Bunda Literasi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk membangun budaya membaca di tengah masyarakat. Menurutnya, gerakan literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.

Ia mengajak para orang tua membiasakan anak membaca, menyediakan waktu berdiskusi, serta menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Weni juga mengusulkan satu hari dalam sepekan dengan dua jam tanpa telepon genggam bagi anak-anak di sekolah.

Menurut Weni, gerakan literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, komunitas, hingga dunia usaha. Kegiatan literasi juga harus dikemas secara menarik, mudah diakses, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan, pengukuhan Bunda Literasi harus diikuti program nyata hingga tingkat kelurahan. Ia tidak ingin keberadaan Bunda Literasi hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa memberikan dampak bagi masyarakat.

Lis juga meminta perpustakaan di setiap kelurahan kembali diaktifkan dan dimanfaatkan sebagai ruang belajar masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ia mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan teknologi serta mampu memilah informasi.

“Digitalisasi itu dikendalikan oleh pola pikir kita, bukan kita yang dikendalikan oleh sistem atau digitalisasi,” tegas Lis.

Selain meningkatkan kemampuan membaca dan pengetahuan, Lis mengajak seluruh pihak mengembangkan gerakan literasi yang tetap berakar pada budaya Melayu, seperti pantun, syair, gurindam, dan tunjuk ajar.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, berharap Weni menjadi penggerak dan inspirator budaya membaca. Ia mengajak keluarga membiasakan membaca bersama anak minimal 15 menit setiap hari serta mendukung gagasan dua jam tanpa telepon genggam di sekolah.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *