Bintan – Sejak masa kampanye resmi dibuka KPU Bintan, panggung Pilkada Bintan 2020, langsung menyemburkan panas yang menyengat. Terompet tuduhan korupsi kepada paslon yang bertanding dibunyikan hingga halaman gedung KPK. Tak puas juga, surat laporan dugaan korupsi juga dilayangkan.
Keriuhan lainnya, ramai narasi dibangun di media sosial, dari yang mendukung jagoan masing-masing, hingga menyerang lawan, lewat konten-konten negatif bahkan berbau fitnah. Yang tujuannya menjatuhkan lawan politik.
Selanjutnya, penyebaran berita hoax lewat WA blasting yang dikirim ke ribuan nomor WA. Isinya berisi intimidasi terhadap perempuan, dengan mencatumkan profil paslon nomor urut 1, Apri – Roby, dengan tujuan merusak popularitas dan elektabilitas keduannya sebagai paslon Pilkada Bintan 2020, yang saat ini lebih unggul.
Terakhir, tuduhan money politic terhadap Apri Sujadi, yang belakangan kandas di meja Sentra Gakumbu Bintan. Demikian sedikit gambaran hiruk pikuk yang terjadi menjelang pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) Bintan yang tinggal hitungan hari.
Jika panggung Pilkada dengan warna kampanye negatif, fitnah dan berita hoax, lebih mendominasi ketimbang kampanye positif dengan konsep membangun, justru menjadikan pesta demokrasi yang diimpikan masyarakat sebagai festival gagasan untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat, jauh panggang dari api.
Rupanya relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Roby Kurniawan, cukup paham dan peka terhadap situasi perkembangan. Untuk Pilkada aman, damai dan sehat dapat terwujud di Bintan, sebagaimana pesan dan harapan Apri – Roby, para relawan semakin menjalin kekompakan dan merapatkan barisan dalam melawan gerakan kampanye negatif, fitnah dan berita hoax.
Bahkan, relawan Apri – Roby yang sudah terlatih dan telah mendapat pembekalan, layaknya sebagai relawan pemenangan Pilkada, sedikitpun tak terlintas dipikiran untuk menyerang balik orang-orang tertentu yang terus menerus menyerang Apri Sujadi dengan segala macam tuduhan, dengan maksud agar pribadinya dicap jelek di masyarakat.
Bahkan segala macam cara dilakukan agar nama baik calon putra asli kelahiran Bintan ini tercoreng. Bahkan Apri-Roby yang merupakan calon pemimpin harapan hati masyarakat Bintan ini tak henti dijelek-jelekin sampai dizalimi.
Yang hebatnya, upaya-upaya kampanye negatif yang datang bertubi-tubi, justru semakin menguatkan kecintaan relawan kepada Apri – Roby, yang menjadi suplemen dalam pergerakan pemenangan Apri Sujadi dan Roby Kurniawan di Pilkada Bintan.
“Terserah kalian mau ngomong apa soal Pak Apri. Menjelek-jelekkan bahkan menzolimi Pak Apri, kami tidak mau dengar. Kami tetap akan mencoblos nomor 1, Apri Sujadi – Roby Kurniawan,” ujar Alex, relawan Apri – Roby, yang tinggal di Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Sabtu (5/12).
Meski Alex tinggal di kampung yang berada di kawasan hutan lindung. Ia lebih mempercayakan persoalan lahan ke pasangan Apri Sujadi dan Roby Kurniawan, ketimbang yang lain. Karena, menurutnya, hasil kerja Apri Sujadi dalam membela hak-hak warga sudah terbukti selama ini.
Ia menjelaskan karya nyata Apri Sujadi adalah telah berhasil memperjuangkan persoalan lahan warga di kawasan hutan lindung ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Ia pun heran, Apri yang sudah banyak berbuat membangun Bintan, justru ada orang yang tidak menyukai hal itu hinggga menjelek-jelekan.
“Pak Apri sudah berbuat kok, masih saja dijelekkin. Kecuali Pak Apri tidak berjuang untuk masyatakatnya, tidak memikirkan masyarakatnya, baru lah salah. Terlebih kan kewenangan hutan itu ada di pusat, bukan di kabupaten,” katanya.
“Toh kawasan hutan lindung di Bintan yang paling banyak dibebaskan, jika dibandingkan di daerah sana. Bintan yang paling banyak dibebaskan kawasn hutan di wilayah Kepri ini,” sambungnya.
Selain itu, menurutnya, program Apri Sujadi saat menjabat bupati sampai saat ini, masih dirasakan oleh masyarakat Bintan.
“Jangan la pungkiri, itu bantuan seragam sekolah anak-anak, terus berobat gratis dengan KTP Bintan dan BLT kemarin, nyaris semua masyarakat Bintan dapat BLT loh, mau itu dibilang program pusat. Tapi ingat BLT yang disalurkan juga ada dari dana daerah. APBD Bintan, dan itu perlu keberanian Pak Apri untuk mengambil kebijakan untuk masyarakatnya,” ujarnya.
Karena itu, dia mengatakan, tetap akan mengkampanyekan ke masyarakat yang ditemuinya baik di kedai kopi, atau di jalan untuk memilih jagoannya, Apri Sujadi – Roby Kurniawan.
“Saya dan relawan Apri-Roby lainnya tetap konsisten akan sampaikan keunggulan program Pak Apri dengan santun dan sopan ke masyarakat. Tidak menjelekkan atau mengusik paslon lain, apalagi mendzoliminya. Karena itu bukan cara berpolitik kami,” tuturnya. (***)










