Gurindam 12 Ditata Jadi Ikon Baru Tanjungpinang, Dorong UMKM dan Ekonomi Daerah

Kepri68 Dilihat

KEPRI – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan Taman Gurindam 12 sebagai salah satu ikon utama Kota Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau. Penataan kawasan ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penataan kawasan Gurindam 12 saat ini mulai dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri. Program lanjutan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, meski di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Selain menghadirkan wajah baru ibu kota provinsi, penataan kawasan ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat naik kelas.

Pekerjaan penataan mencakup Zona C hingga kawasan Tunjuk Langit yang dirancang menjadi ruang publik yang tertib, nyaman, modern, dan representatif. Pemerintah Provinsi Kepri juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam pengembangan kawasan tersebut.

Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki pagu anggaran sekitar Rp12 miliar. Pembangunan meliputi pedestrian atas sepanjang 750 meter, pedestrian bawah 380 meter, serta Taman Tunjuk Langit seluas sekitar 2 hektare. Kawasan ini juga akan dilengkapi lampu hias berbentuk bunga manggar untuk memperkuat nilai estetika.

Visual penataan kawasan Taman Gurindam 12. dok. pemprov kepri

“Kawasan ini akan dijadikan pusat UMKM dengan penataan yang lebih baik agar memberi kenyamanan bagi pelaku usaha maupun pengunjung,” ujar Rodi.

Ia menambahkan, Taman Tunjuk Langit juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan dan ruang acara terbuka, baik oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang. Fasilitas pendukung seperti area parkir representatif dan toilet pengunjung juga akan disediakan.

Pekerjaan penataan lanjutan ini dijadwalkan berlangsung mulai 16 Juni hingga 31 Desember 2026, dengan target selesai sebelum akhir tahun agar dapat dimanfaatkan pada awal 2027.

Sebelumnya, pada 2025 Pemprov Kepri telah membangun pedestrian atas dan bawah masing-masing sepanjang 300 meter yang mencakup area taman, jalur joging, serta podium sunset yang kini sudah dimanfaatkan masyarakat.

Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang, sebagaimana visi Gubernur Ansar Ahmad, diharapkan menjadi ruang publik strategis sekaligus wajah utama ibu kota provinsi. Kawasan ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, pusat interaksi sosial, wisata waterfront, serta pusat kegiatan budaya dan rekreasi.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap dukungan seluruh pihak agar penataan ini berjalan lancar dan memberikan dampak luas, baik bagi perekonomian masyarakat maupun citra positif Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *