MBG Kepri Capai 85,26 Persen, Investasi Nyata untuk Generasi Sehat dan Cerdas

Kepri61 Dilihat

KEPRI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan hingga akhir Maret 2026.

Hingga 31 Maret 2026, program ini telah menjangkau sebanyak 579.270 penerima manfaat atau sekitar 85,26 persen dari total target 679.402 penerima.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan program berjalan cukup efektif dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan bahwa capaian ini patut disyukuri karena memberikan dampak nyata di lapangan.

Menurutnya, program MBG berperan penting dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah serta mendukung konsentrasi belajar dan kehadiran siswa.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah gizi buruk dan stunting di daerah.

Wagub Nyanyang mendampingi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya dalam Rakor bersama satuan pelaksana, mitra, dan yayasan se-Kepri di Aston Batam Hotel & Residence, Kamis (2/4/2026). SK

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Konsolidasi bersama satuan pelaksana, mitra, dan yayasan se-Kepri yang digelar di Aston Batam Hotel & Residence, Kamis (2/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang sangat relevan dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau, sehingga membutuhkan strategi distribusi yang tepat.

Karena itu, sinergi lintas sektor, koordinasi yang kuat, serta inovasi dinilai menjadi kunci keberhasilan program di wilayah kepulauan.

Rapat konsolidasi ini sendiri dibuka oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya.

Sony menekankan pentingnya kesamaan pemahaman seluruh pelaksana terhadap prosedur operasional yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis.

Ia juga mengingatkan mitra dan yayasan agar mematuhi seluruh ketentuan demi menjaga kualitas pelaksanaan program.

Selain itu, pengawasan internal dan eksternal, termasuk partisipasi masyarakat, dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai aturan.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran dalam pelaksanaan program akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui rapat konsolidasi ini, pelaksanaan MBG diharapkan semakin optimal, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal.

Program ini pun diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak didik, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kepulauan Riau.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *