Misni Catat Sejarah: Perempuan Pertama Jabat Sekdaprov Kepri

Kepri12 Dilihat

KEPRI – Posisi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepulauan Riau akhirnya resmi diisi oleh Misni, SKM, MSi, sosok yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan dalam bursa jabatan tertinggi ASN di lingkungan Pemprov Kepri.

Nama Misni bahkan sempat berada di luar radar perebutan kursi strategis tersebut. Di tengah mencuatnya sejumlah kandidat kuat, ia justru tampil sebagai pilihan yang tak terduga.

Keputusan itu diumumkan pada Senin (27/4/2026), saat Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi melantik Misni sebagai Sekdaprov Kepri.

Pelantikan tersebut sekaligus menjawab spekulasi panjang terkait siapa figur yang akan menduduki posisi kunci dalam roda birokrasi Pemprov Kepri.

Sejumlah nama yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat justru harus tersingkir, memberi ruang bagi Misni untuk melangkah ke posisi tertinggi ASN di daerah ini.

Momen pelantikan itu pun menyita perhatian. Misni terlihat tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan keterkejutannya, bahkan ia terlihat seolah tak menyangka dirinya dipercaya mengemban amanah besar tersebut.

Penunjukan ini sekaligus mencatat sejarah baru. Misni menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekdaprov sejak Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi.

Karier birokrasi Misni sendiri bukanlah perjalanan singkat. Ia dikenal sebagai sosok berpengalaman yang telah menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemprov Kepri.

Sebelum dilantik sebagai Sekdaprov, ia pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.

Misni lahir di Silau Jawa, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 16 Mei 1973. Ia menempuh pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara pada 1993–1997.

Pendidikan lanjutannya ditempuh di Universitas Padjadjaran, dengan meraih gelar Magister Ilmu Sosial pada 2001–2004.

Kini, dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimilikinya, Misni dihadapkan pada tantangan besar untuk mengawal jalannya birokrasi Pemprov Kepri agar semakin efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *