Nama Bandar Judi Siejie Singapur di Tanjungpinang Mulai Terungkap, Polisi Diminta Bertindak

Hukrim262 Dilihat

TANJUNGPINANG – Maraknya praktik judi siejie Singapur di Tanjungpinang dinilai semakin meresahkan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga. Aktivitas perjudian tebak angka tersebut dianggap bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan keluarga dan masa depan generasi muda.

Sejumlah warga menilai praktik judi yang terus berlangsung secara terbuka berpotensi merusak kondisi ekonomi rumah tangga hingga memicu persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Media ini terus menelusuri siapa sosok di balik jaringan perjudian siejie Singapur yang diduga telah lama beroperasi di Tanjungpinang. Pertanyaan publik pun mulai mengarah pada bagaimana para bandar dapat menjalankan aktivitasnya secara leluasa tanpa tersentuh hukum.

Bahkan, muncul dugaan adanya aliran uang pelicin kepada oknum aparat penegak hukum agar aktivitas perjudian tersebut tetap berjalan aman. Dugaan itu kini menjadi perhatian serius masyarakat yang berharap polisi segera mengambil tindakan tegas.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan menyebutkan dua nama yang diduga sebagai bandar besar judi siejie Singapur di Tanjungpinang, yakni berinisial Ah dan Ap. Keduanya disebut memiliki jaringan luas, mulai dari agen lapangan hingga relasi ke sejumlah pihak tertentu yang bisa mengamankan bisnis ilegalnya itu.

Tidak hanya itu, keduanya juga diduga memiliki jaringan kuat untuk menopang operasional perjudian tersebut agar tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

“Kami setor ke bos besar langsung. Kalau tidak salah namanya Ah*a. Infonya bermarkas di kawasan Potong Lembu,” ungkap seorang agen lapangan yang mengaku bertugas mengumpulkan pasangan nomor taruhan dari pemain, Rabu (27/5/2026) kemarin.

Meski demikian, agen tersebut mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait dugaan adanya setoran rutin kepada oknum aparat penegak hukum untuk mengamankan aktivitas perjudian itu.

“Soal setoran ke aparat, itu urusan bos. Yang jelas kami ada jaminan bekerja di lapangan saat mengumpulkan taruhan dan nomor pasangan dari pemain. Kalau tidak ada yang membekingi, kami rasa tidak mungkin aktivitas judi siejie bisa beroperasi bebas dan berlangsung lama tanpa tindakan dari polisi,” ujarnya yang ditemui di KM 7, Tanjungpinang.

Sementara agen lapangan lainnya mengaku berada di bawah jaringan bandar berbeda yang disebut bernama Ap*ng dan juga berdomisili di Tanjungpinang.

Menurutnya, meski berbeda jaringan bandar, hubungan antaragen di lapangan tetap berjalan baik karena sama-sama mencari pelanggan.

“Sama-sama cari makan, Pak. Memang bos kami beda-beda. Saya ikut bos bernama Ap*ng. Tinggal pemain mau pasang ke siapa,” katanya.

Hari itu, Rabu, yang diketahui sebagai hari pemutaran judi siejie Singapur, para agen terlihat leluasa menjalankan aktivitasnya mengumpulkan uang taruhan dan nomor pasangan dari para pemain.

Untuk menghindari perhatian mencolok di tengah masyarakat, seluruh transaksi disebut dilakukan secara daring, mulai dari pengiriman nomor pasangan hingga pembayaran taruhan.

Kedua agen itu mengaku omzet taruhan yang mereka kumpulkan dapat mencapai lebih dari Rp5 juta hingga Rp8 juta dalam satu kali putaran. Para agen siejie Singapur di Tanjungpinang disebut berjumlah puluhan orang untuk setiap bandar.

“Maaf Pak, mau kerja dulu. Ini sudah sore, mau laporan hasil pasangan nomor ke bos,” ujar kedua agen togel tersebut sebelum meninggalkan lokasi.

Di tengah maraknya praktik judi siejie Singapur yang disebut sudah berlangsung cukup lama, muncul anggapan sinis di tengah masyarakat bahwa dua nama besar yang diduga menjadi gembong judi siejie tersebut seolah lebih “ditakuti” dibanding aparat penegak hukum sendiri.

Kondisi itu memunculkan sindiran dari warga yang menilai para bandar diduga mampu membuat nyali penegakan hukum ciut untuk menyentuh atau membongkar jaringan mereka.

“Kalau memang tidak kuat, kenapa bisa bertahun-tahun berjalan aman? Masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah hukum sudah kalah oleh kekuatan uang para bandar judi,” ujar sejumlah warga dengan nada kecewa.

Sindiran tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang berharap aparat penegak hukum tidak kalah wibawa dari jaringan judi siejie yang dinilai semakin terang-terangan beroperasi di Tanjungpinang.

Atas maraknya judi siejie Singapur di Tanjungpinang, masyarakat juga berharap informasi mengenai dugaan jaringan bandarnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, khususnya jajaran kepolisian di Tanjungpinang.

Aparat diminta dapat segera bertindak membongkar dugaan jaringan bandar besar hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas perjudian tersebut.

Hingga berita ini disiarkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Kapolresta Tanjungpinang terkait dugaan maraknya judi siejie Singapur dan isu adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam membekingi aktivitas judi siejie di Tanjungpinang.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *