Pemko Tanjungpinang Gelar Salat Istisqa, 29 Maret di Lapangan Pamedan: Hadapi Krisis Air-Ancaman Karhutla

Tanjungpinang376 Dilihat

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang tengah menghadapi musim kemarau yang berdampak pada kekeringan air bersih serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menggelar Salat Istisqa’ sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa’ sebagai bentuk doa dan upaya spiritual di tengah situasi kemarau.

“Di tengah kondisi kemarau yang kita rasakan saat ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan dan diberikan kemudahan bagi masyarakat. Ini adalah ikhtiar bersama, baik secara lahir maupun batin,” ujar Lis, Jumat (27/3/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menyampaikan bahwa Salat Istisqa’ akan dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026, di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dalam pelaksanaannya, KH. Najmuddin, S.H.I akan bertindak sebagai imam, sedangkan khatib adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Dr. H. Erizal, M.H.

Teguh menjelaskan, pelaksanaan Salat Istisqa’ merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam menghadapi dampak kemarau panjang, khususnya krisis air bersih di sejumlah wilayah serta potensi karhutla.

“Pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk penyaluran air bersih kepada masyarakat. Namun di sisi lain, kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui Salat Istisqa’, dengan harapan kondisi segera membaik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir dan mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa’ secara bersama-sama. “Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan bermunajat bersama, memohon turunnya hujan, serta menjaga kebersamaan dan kepedulian di tengah kondisi ini,” tambahnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap, melalui ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan secara bersama-sama, kondisi cuaca dapat segera membaik dan ketersediaan air bersih kembali normal.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *