Pencalonan Ismeth Abdullah di Pilgub Kepri Disebut Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Kepri810 Dilihat

Nama Ismeth Abdullah kembali berkibar di seantero Kepulauan Riau (Kepri). Kemunculan Ismeth di Pilkada Kepri 2020 ini disebut-sebut sebagai “KEBANGKITAN EKONOMI RAKYAT KEPRI”.

Ismeth abdullah semasa menjabat gubernur kepri diantara buruh industri.

Istemeth Abdullah telah menyatakan diri maju di Pilkada Kepri 2020. Keseriusannya itu telah diperlihatkan dalam satu tahun terakhir ini. Dari pantauan, sejak awal tahun 2019 lalu, Ismeth terlihat terus bergerak ke berbagai tempat, dari pusat kota hingga ke pelosok-pelosok di wilayah Kepri.

Meski diusia senja, sepertinya tak membatasi langkah Ismeth yang kini berusia 74 tahun itu, untuk meretas jalan menuju panggung Pilkada 2020. Buktinya, dia tak pernah kenal lelah turun ke lapangan untuk menyapa dan melihat langsung potret kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam setiap kesempatan, Ismeth dengan lantang mengkritisi kondisi Kepri yang belakangan ini dinilai mengalami kemunduran dan kemerosotan terutama di sektor ekonomi. Ismeth ingin kembali membenahinya lewat konsep pembangunan diberbagai sektor. Terutama dalam perbaikan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Saya prihatin dengan kondisi daerah kita ini, provinsi Kepri yang mengalami kemunduran, ekonominya merosot, dan tentunya ini berdampak kepada sektor pembangunan lainnya,” ucap Ismeth Abdullah dalam sebuah pertemuan dengan warga, beberapa waktu lalu.

“Kita tidak boleh diam tapi mari kita bergerak dan berbuat sesuatu untuk menyelamatkan Kepri dari keterpurukan ini” ajak Ismeth.

Gencarnya Ismeth melakukan lawatan hingga ke akar rumput telah membuat popularitas suami Aida Zulaikha Nasoetion, mantan anggota DPD RI ini kembali meroket karena dukungan rakyat terus meluas ke Pilkada Kepri.

Ismeth abdullah dalam sebuah pertemuan

Sayangnya ia tak punya partai politik, akan tetapi keseriusan yang diperlihatkan Ismeth bisa menjadi nilai plus dimata politisi khususnya pimpinan partai politik untuk mengusung dirinya sebagai calon gubernur di Pilkada nanti. Bocoran yang diterima suluhkepri.com, Ismeth diproyeksi telah mendapat dukungan dari 2 parpol dengan jumlahi 5 kursi di DPRD Kepri. Untuk tiket ke Pilgub Kepri, ia tinggal mencari 4 kursi lagi.

Lantas kenapa Ismeth mampu mencuri perhatian publik Kepri? Perbaikan ekonomi hingga peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat menjadi agenda prioritas yang ditawarkan Ismeth, jika diberikan kesempatan memimpin Kepri ke depan ini.

Itu sebabnya Ismeth ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan cara menarik para investor manca negara untuk berinvestasi di wilayah provinsi Kepri. Karena dengan itu bisa menyerap lapangan kerja yang sekaligus mengikis angka pengangguran yang belakangan terus membludak sebagai pemicu naiknya kelompok keluarga miskin di Kepri.

Impian Ismeth untuk membuat Kepri bangkit kembali bukanlah bualan di kede kopi. Sebab nama Ismeth Abdullah sudah tak asing lagi, dan bahkan pernah bersinar di Kepri, dan dikenal luas dikalangan dunia usaha.

Dari catatan suluhkepri.com, Ismeth Abdulla pernah menyandang jabatan strategis di provinsi berpenduduk asli orang melayu itu. Ismeth pernah menjabat Ketua Otorita Batam, dan kemudian Gubernur Kepri. Ismeth tercatat gubernur defenitif pertama yang dipilih langsung oleh rakyat sejak Kepri menjadi provinsi di Indonesia.

Selama menjabat Ketua OB banyak karya yang sudah ditorehkan Ismeth untuk memajukan perekonomian Batam. Ia mampu menarik investor luar ke Batam. Di masa kepemimpinannya tercatat lebih dari 300 perusahaan asing berinvestasi di kota industri itu.

Ismeth abdullah semasa menjabat gubernur kepri diantara buruh industri.

Tak hanya itu, pada saat gelombang krisis menghantam perekonomian Indonesia di tahun 1998, Ismeth mampu menjaga stabil perekonomian Batam sehingga tidak ada gejolak yang berarti dikalangan investor.

Kemudian saat menjadi Gubernur Kepri, Ismeth juga telah membawa banyak perubahan di provinsi Kepri. Dimasa kepemimpinannya, provinsi Kepri mulai ditata, termasuk merancang pembangunan pusat pemerintahan di pulau Dompak, yang sudah ditempati sejak beberapa tahun lalu.

Dokumentasi perjalanan Ismeth dalam membangun Kepri juga terlihat jelas dalam video yang diproduksi oleh tim Ismeth bidang dokumentasi dan publikasi yang kemudian disebarluaskan ke publik melalui media sosial.

Dari kepingan-kepingan video tersebut yang juga dilihat suluhkepri.com, Ismeth memang sangat piawai untuk menarik investor manca negara ke wilayah Kepri, untuk berinvestasi di berbagai daerah kabupaten/kota.

Ismeth juga termasuk orang yang gigih memperjuangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan free trand zone (FTZ) agar mendapat restu Jakarta. KEK dan FTZ adalah sebagai daya tarik bagi investor luar.

Usahanya tak sia-sia, karya Ismeth di Bintan terlihat dengan hadirnya Bintan OffShore, di Kijang Kota, Bintan Timur, Bintan, yang merupakan milik investor asal Singapur, dan kemudian diikuti sejumlah perusahaan besar lainnya yang jor-joran berinvestasi di Bintan serta daerah lain di wilayah Kepri, seperti Batam dan Karimun,

Namun sepuluh tahun ini Ismeth jauh dari hingar bingar pembangunan Kepri, semenjak lepas dari jabatan yang pernah melekat pada dirinya. Akan tetapi ia terus merekam perkembangan pembangunan di Kepri, terutama pertumbuhan ekonominya yang dinilai merosot dan nyaris terjun payung itu

Keprihatinannya juga tentang mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat yang saat ini butuh pembenahan, dari infrastruktur hingga kelengkapan peralatan sekolah dan sentra-sentra kesehatan masyarakat, termasuk jaminan kesejahteraan guru dan tenaga keaehatan.

Kemudian ia pun ingin menambah porsi anggaran yang lebih besar untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat Kepri.

Pengalaman dan kemampuan seorang Ismeth, sebagai mantan Ketua OB Batam dan kemudian menjadi Gubernur Kepri, tentu akan menbedakan dirinya dengan calon lain, jika nanti benar-benar mendapat dukungan sebagai calon Gubernur Kepri di Pilkada tahun ini.

Selama menjabat Gubenur Kepri, Ismeth sukses mengubah wajah Kepri menjadi molek hingga Kepri diburu investor hanya untuk berinvestasi, bak manisan yang diserbu barisan semut. Begitu juga semasa kepemimpinan Isemth di otorita. (Tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *