Raja Ariza Gelar Pertemuan dengan Disdik, Bahas Merger Sekolah-Solusi Siswa Baru

Tanjungpinang544 Dilihat

TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Jumat (11/7), guna membahas rencana merger sekolah dan penanganan siswa baru yang belum terakomodir.

Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota dan dihadiri oleh Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, beserta jajaran teknis. Rapat juga membahas dinamika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.

Raja Ariza menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar setiap kebijakan berjalan efektif sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia juga meminta agar seluruh perubahan dikomunikasikan secara terbuka kepada orang tua. “Pemerintah hadir untuk memastikan semua anak tetap bisa bersekolah,” ujarnya, dikutip dari laman Pemko Tanjungpinang, Jumat (11/7/2025).

Raja Ariza mengungkapkan kebijakan Wali Kota Tanjungpinang yang berencana melakukan merger SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3. Sesuai arahan Wali Kota, SMP 3 akan direlokasi ke Tanjungpinang Timur, sedangkan gedung SMP 3 saat ini akan menjadi fasilitas bagi SMP 1.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerataan pendidikan dan pengembangan wilayah, dengan mempertimbangkan kebutuhan sarana prasarana.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan kondisi 350 siswa baru tingkat SMP yang belum tertampung akibat ketimpangan minat masyarakat terhadap sekolah tertentu, seperti SMP 1, 2, 4, 7, dan 16.

Menanggapi hal itu, Teguh menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekolah alternatif sebagai solusi. Yaitu SMP 3, 6, 8, 12, 15, dan 17 yang masih memiliki daya tampung.

“Posko pengaduan akan kami buka di Disdik dan beberapa sekolah penuh, agar orang tua bisa mendapat informasi dan arahan yang jelas,” kata Teguh.

Raja Ariza mengingatkan agar tidak anak yang tertinggal karena kendala teknis. Untuk itu, ia meminta jajaran Disdik bersikap sigap dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagaiman diketahui, tahun ini PPDB menggunakan pendekatan domisili untuk pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Raja Ariza berharap Disdik tetap menjaga transparansi terhadap seluruh proses penerimaan siswa baru.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed