Susul PAC Tanjungpinang Barat, Sejumlah Pengurus DPC Gerindra Tanjungpinang Mundur

Tanjungpinang
Pengurus PAC- Ranting Gerindra Tanjungpinang Barata di KPU, saat menyerahkan tembusan surat pengunduran diri dari gerindra

TANJUNGPINANG – Gerindra Tanjungpinang dirundung masalah. Para pengurus, hingga loyalisnya rame-rame menyatakan mundur. Gonta-ganti kepengurusan hingga pergantian ketua DPC Gerindra Tanjungpinang disebut sebagai penyebab mereka mundur.

Tiga pengurus DPC Gerindra Tanjungpinang, menyusul pengurus PAC Gerindra Tanjungpinang Barat, dan Oyon (ex Bendahara Gerindra Tanjungpinang) beserta ratusan loyalisnya, menyatakan mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

Setelah menyerahkan surat pengunduran diri ke Gerindra, hari ini mereka bersama-sama pengurus PAC Tanjungpinang mendatangi kantor KPU Tanjungpinang untuk meyerahkan tembusan surat pengunduran diri tersebut.

Hendro Purnawan membenarkan ia dan seniornya, menyambangi kantor KPU Tanjungpinang untuk menyerahkan surat pengunduran diri. “Saya har ini dan 3 orang pengurus DPC Gerindra Tanjungpinang, yang merupakan senior saya, mendatangi KPU untuk mengantarkan tembusan surat kami terkait pengunduran diri kami dari Gerindra,” kata Hendro, usai dari KPU Tanjungpinang, Senin (8/8).

Tanda terima surat ke KPU Tanjungpinang terkait pengunduran diri PAC-Ranting Gerindra Tanjungpinang Barat

Adapun ketiga pengurus tersebut, yaitu Alex Supriyanto, Turyat dan Abdul Hadi Sudomo. Dua nama pertama menjabat Wakil Ketua DPC Tanjungpinang, dan nama terakhir sebagai anggota Dewan Penasehat DPC Gerindra Tanjungpinang.

Turyat mengatakan ia dan Alex telah mengajukan surat mundur dari Gerindra, pada Sabtu, 6 Agustus lalu. Yang kemudian disusul oleh Abdul Hadi Sudomo. “Ya, saya dengan Pak Alex resmi minta mundur dari Gerindra, melalui surat pengunduran diri yang disampaikan pada Sabtu kemarin, yang kemudian disusul oleh Pak Sudomo. Jadi kami bertiga sudah tidak lagi sebagai pengurus maupun anggota partai karena sudah mundur,” kata Turyat.

Ini Alasan Turyat, Alex dan Sudomo Mundur

Alex dan Turyat saat menyerahkan surat pengunduran diri dari Gerindra ke KPU Tanjungpinang, sebagai tembusan

Turyat, Alex dan Sudomo punya alasan sama dengan Hendro cs dari pengurus PAC-Ranting Tanjungpinang Barat yang sebelumnya menyatakan mundur. “Gonta ganti kepengurusan hingga pergantian ketua DPC Gerindra Tanjungpinang yang dilakukan secara mendadak, membuat kami tak nyaman lagi di partai Gerindra,” kata Turyat yang diamini oleh Alex.

Turyat dan Alex bergabung di Gerindra sejak tahun 2017, sedangkan Sudomo dari 2009. Ketiganya sangat kecewa dengan keputusan DPP Gerindra No. 07-0234/Kpts/DPP-Gerindra/2022, tertanggal 15 Juli 2022, terkait pergantian kepengurusan DPC Gerindra Tanjungpinang, yang dinilai tidak akomodatif terhadap aspirasi dari bawah. Terutama terhadap pergantian ketua, dari Endang Abdullah, yang juga Wakil Wali Kota Tanjungpinang itu, ke Mayanti, yang menjabat anggota DPRD Tanjungpinang. Pencopotan Endang Abdullah dinilai terkesan mendadak dan kemudian menimbulkan gejolak di jajaran pengurus dan kader, hingga akhirnya banyak yang memilih mundur.

Menurut Turyat, sebaiknya dalam pergantian kepengurusan terlebih pergantian ketua sebagai pemegang komando partai, pihak DPD-DPP Gerindra sebelum mengambil keputusan, perlu mendengarkan suara dari internal, baik sesepuh, para kader, bahkan hingga loyalis partai terkait figur ketua yang mau diangkat.

Surat pengunduran diri Abdul Hadi Sudomo dari Gerindra

“Walaupun di partai Gerindra itu pergantian pengurus inti (KSB) dengan sistim komando, tapi setidaknya DPD bisa melihat dan menimbang terhadap kader yang lebih mumpuni untuk menjadi pengurus KSB, terlebih di jabatan ketua. Tentunya orang yang loyal ke partai, dan perbuatannya nyata terlihat oleh seluruh kader, jangan hanya omongan saja, untuk mendapat sesuatu jabatan ,” ujarnya.

Ia mengatakan mendegarkan suara dari bawah dilingkungan kepengurusan daerah sangat penting untuk mengetahui figur seseorang, apakah dia layak dan cakap memimpin roda organisasi jika nanti diangkat sebagai ketua. Ini juga untuk kebaikan dan kebesaran partai.

“Tapi karena kami dan para kader partai telah diabaikan untuk memberikan masukan-masukan agar partai Gerindra khususnya di Tanjungpinang semakin kuat dan besar, dengan pengurusnya yang solid dan kompak terutama dalam menghadapi tahun politik, pada Pemilu 2024 nanti, ya tentu keputusan terbaik lebih baik mundur. Karena buat apa kita di sana kalau pendapat kita sudah tak dianggap,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Alex. Dia memilih mundur karena melihat sistim di partai, yang akhir-akhir ini di luar kebiasaan, terutama dalam pergantian kepengurusan. Selain dilakukan mendadak, pergantian kepengurusan tekesan tertutup, dan semacam ada gerakan kubu-kubuan untuk menyingkirkan seseorang. Hal itu terihat dalam pergantian ketua Gerindra Tanjungpinang.

“Pergantian ketua partai atau kepengurusannya hal lumrah terjadi, sebagai proses kaderisasi. Tapi untuk jabatan strategis KSB (ketua-sekretaris-bendahara) terlebih posisi ketua, harus figur yang benar-benar loyalitasnya sudah terlihat nyata dalam membesarkan partai, sehingga kepemimpinannya dapat diterima semua jajaran pengurus, para kader dan tokoh partai,” kata Alex.

“Kalau tiba-tiba ada figur jadi ketua, tapi loyalitasnya dipertanyakan jajaran pengurus dan para kader di bawah, alih-alih kompak dan besar, yang ada malah perpecahan, karena rasa tak nyaman dan akhirnya milih mundur.”

Surat pengunduran Alex Supriyanto dari Gerindra

Mundurnya Turyat, Alex, dan Sudomo kemungkinan akan diikuti kader dan loyalis partai yang selama ini mereka bina sebagai kader hingga sebagai dipercaya jadi pengurus partai

“Banyak adek-adek kita di Gerindra yang hubungi dan terkejut atas keputusan mundur. Mereka pun tengah berkoordinasi dengan yang lainnya, untuk mundur dari Gerindra. Karena kita yang merekrut dan bina mereka di Gerindra, kita keluar, mungkin mereka pilih keluar juga, karena alasan tidak nyaman lagi,” ungkap Alex. ***

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here