Cuaca Relatif Stabil, Pemko Tanjungpinang Tetap Imbau Warga Waspada

Tanjungpinang266 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meskipun kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan diprakirakan relatif stabil.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Senin (12/1/2026). Ia menegaskan bahwa informasi dan peringatan dini dari BMKG harus menjadi acuan utama masyarakat, terutama bagi warga pesisir dan pelaku aktivitas laut.

“Meskipun secara umum cuaca diprakirakan cerah berawan dan relatif stabil, masyarakat tetap kami imbau waspada, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan beraktivitas di laut,” ujar Teguh, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan rilis BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, prospek cuaca wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada periode 13–15 Januari 2026 diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

BMKG menjelaskan secara global, indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) di wilayah Nino 3.4 terpantau berada pada nilai -0,95, yang memengaruhi peningkatan pola konvektif di Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan.

Sementara itu, faktor Indian Ocean Dipole (IOD) dan Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Suhu muka laut di sekitar perairan Pulau Bintan terpantau relatif hangat, berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius, dengan kondisi atmosfer yang tergolong labil ringan. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan lebat relatif rendah.

Seluruh wilayah kecamatan di Kota Tanjungpinang, yakni Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, dan Bukit Bestari, diprakirakan berawan sepanjang hari. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bintan, dengan potensi hujan ringan hanya berpeluang terjadi di wilayah Tambelan pada pagi hari 14 Januari 2026.

Namun demikian, Teguh mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan Bintan bagian utara dan timur yang dapat mencapai hingga 2,5 meter, sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengingatkan nelayan dan masyarakat pesisir agar keselamatan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemko Tanjungpinang juga meminta masyarakat segera melaporkan kondisi darurat atau dampak cuaca ekstrem melalui BPBD Kota Tanjungpinang di nomor 0771-20949, layanan pengaduan Pemko di 0822 8658 0144, atau kepada pemerintah setempat.

Teguh menambahkan, Pemko Tanjungpinang melalui Diskominfo akan terus menyampaikan informasi cuaca dan peringatan dini secara cepat dan akurat melalui kanal komunikasi resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

(tr/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *