Langkah Strategis Pelindo dengan Peningkatan Pelayanan, Meski Penyesuaian Tarif Pass dibatalkan

Tanjungpinang621 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pelindo Tanjungpinang tengah menghadapi kontroversi terkait rencana kenaikan tarif penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Meski banyak pihak mendukung perbaikan fasilitas pelabuhan, keputusan ini menuai kritik dari beberapa kalangan yang menilai Pelindo lebih fokus pada keuntungan daripada memperbaiki fasilitas.

Menanggapi hal tersebut, General Manager (GM) Pelindo Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, melalui Humas Pelindo Riel Fulltimer Harianja, menjelaskan bahwa selama delapan tahun terakhir, Pelindo telah melakukan pembenahan infrastruktur pelabuhan tanpa menaikkan tarif. Fasilitas yang telah diperbaiki antara lain pembangunan terminal penumpang modern, peningkatan aksesibilitas melalui perbaikan jalan menuju pelabuhan, dan penguatan fasilitas keamanan serta kenyamanan penumpang.

Pelindo juga telah menambah berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu yang lebih nyaman, sistem informasi digital untuk penumpang, serta peningkatan kapasitas dermaga agar lebih banyak kapal bisa merapat sekaligus.

“Ke depan, Pelindo akan terus berbenah, termasuk pengadaan fasilitas tambahan seperti toilet, ruang ibu menyusui dan difabel, AC, serta kursi ruang tunggu penumpang,” kata Riel Fulltimer kepada suluhkepri.com, Sabtu (1/2/2025).

Namun, untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan fasilitas lebih lanjut, Pelindo membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Salah satu upaya adalah dengan menaikkan tarif penumpang untuk membiayai operasional yang terus meningkat serta mendanai pengembangan infrastruktur dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

Pelindo menyadari bahwa kenaikan tarif akan memicu reaksi beragam dari masyarakat. Meskipun beberapa pihak berpendapat fasilitas pelabuhan masih belum memadai, banyak yang menyambut baik langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa depan.

Are jalur penumpang menuju terminal internasional di pelabuhan SBP Tanjungpinang. (Kanan) Area parkir pelabuhan yang terus dilakukan pembenahan untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. screnshot/P

“Kami selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, investasi dalam infrastruktur pelabuhan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Salah satu pendapat disampaikan Nani, seorang warga Tanjungpinang yang sering bepergian ke Batam untuk urusan bisnis. Ia mendukung kenaikan tarif asalkan dana yang terkumpul digunakan benar-benar untuk pengembangan fasilitas pelabuhan. Menurutnya, selama delapan tahun terakhir, Pelindo sudah banyak melakukan perbaikan fasilitas tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif.

“Kami melihat Pelindo sudah banyak berinvestasi tanpa menaikkan tarif, terutama dalam delapan tahun terakhir. Kenaikan tarif ini, meskipun terasa berat, tapi penting untuk melanjutkan pengembangan fasilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan yang pada akhirnya akan kita nikmati bersama,” ujar Nani.

Meskipun ada dukungan, sering kali narasi yang berkembang di kalangan masyarakat cenderung mengarah pada anggapan bahwa Pelindo hanya berorientasi pada keuntungan. Tanpa data yang jelas, anggapan ini cukup efektif membentuk opini publik. Padahal, upaya Pelindo untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun fasilitas baru membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan pembenahan telah dilakukan setidaknya selama delapan tahun ini tanpa kenaikan tarif.

Riel Fulltimer enggan menanggapi isu tersebut lebih jauh karena dianggap tidak konstruktif. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk melihat kenaikan tarif dari perspektif yang lebih luas, dengan mempertimbangkan pentingnya investasi dalam pengembangan fasilitas pelabuhan yang lebih modern dan ramah bagi pengguna.

“Kenaikan tarif ini semata-mata untuk meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Sri Bintan Pura agar lebih baik, lebih aman, dan nyaman bagi penumpang, serta menjadikan pelabuhan ini lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Meskipun rencana kenaikan tarif ini akhirnya dibatalkan, Riel Fulltimer menegaskan bahwa Pelindo Tanjungpinang tetap berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.

Seperti diketahui Pelindo Tanjungpinang akhirnya membatalkan kenaikan tarif pas penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, baik di terminal domestik dan internasional, yang rencanakan mulai diberlakukan hari ini, Sabtu, 1 Februari 2025.

Pembatalan dilakukan oleh General Manager (GM) Pelindo Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, melalui surat No.PU.05.01/30/1/1/GM/GM/TGPI-25, yang mencabut surat sebelumnya tentang kenaikan tarif, yaitu surat Nomor: PU.05.01/16/1/1/GM/GM/TGPI-25 tertanggal 16 Januari 2025.

(tira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *