NATUNA – Pemkab Natuna melalui Asisten III Setda Natuna, Tasrib yang dalam hal ini mewakili Bupati Natuna, mengunjungi Desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna Provinsi Kepri, Rabu (20/04). Kehadirannya bersama rombongan dalam rangka safari Ramadhan sekaligus bersilaturami dengan warga setempat.
Kunjungan Muhibah Romadhan dilaksanakan di Masjid Besar Syamaratul Infaq. Camat Bunguran Selatan, Surpadi menyampaikan terimaksih kepada Pemkab Natuna yang telah memilih Bunguran Selatan sebagai lokasi safari Ramadhan.
Menurut Supardi, seusai safari Ramadhan akan dilaksanakan kegiatan Muhibah yang diawali dengan tadarus Al Qur’an, dan dilsnjutksn Sahur.
”Setelah kegiatan safari ini kami lanjutkan dengan kegiatan kunjungan Muhibah dengan diawali dengan tadarus Al Qur’an oleh Kafilah masing-masing Masjid, dilanjutkan dengan Sahur bersama,” kata Camat Supardi.
Pardi, panggilan akrab Supardi, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan aspirasi masyarakat Bunguran Selatan yang mengeluhkan air dari PDAM yang tidak lancar.
”Kami berharap kepada pemda dalam perencanaan instalasi air nantinya Bunguran Selatan jangan dilupakan, usulannya sudah kami masukkan dalam musrenbang kemarin,” pinta Pardi.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten III Setda Natuna, Tasrib mewakili Bupati, menjelaskan bahwa Pemkab Natuna telah berupaya untuk memberikan solusinya, salah satunya rencana pembangunan Embung Sebayar yang akan dilaksankan pada ahun 2022 ini.
Dia pun berharap dengan dibangunannya Embung Sebayar dapat memenuhi kebutuhan air bagi warga setempat, sehingga kesulitan air bersih bisa teratasi. Ia juga mengatakan hal serupa atas krisis air bersih juga sedang dirasakan masyarakat di Ranai, ibu kabupaten Natuna itu.
Sementara ceramah keagamaan dalam kegiatan tersebut disampaikan ustad Tirtayasa. Dalam tausiahnya, ustad Tirtayasa berpesan agar setiap umat selalu berucap dan bertindak untuk kebaikan dalam bingkai beribadah kepada Allah.
“Membaca ayat Al Qur’an, bacaan Sholawat, tahalil dan do’a, juga merupakan bacaan yang baik-baik. Pada saat istirahat diantara dua rokaat, pada kesempatan itu kita membacakan ayat Al Qur’an, tahlil dan do’a, ini merupakan perbuatan yang baik pula,” kata ustad Tirtayasa.
Menurutnya semakin banyak rokaat dalam sholat taraweh, maka semakin banyak pula tahlil dan do’a yang bermunajah kepada Allah SWT.
Tirtayasa juga menceritakan awal dilaksanakan sholat Tarawih 20 rakaat. ”Sholat Tarawih 20 rokaat dilaksanakan sebanyak 20 rokaat dimulai pada zaman Halifah Umar bin Khotib dengan imamnya Ubai bin Kaap yang Allah jaminkan (Halifah Umar-red) masuk syurganya Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Natuna juga menyalurkan sembako dari SKK Migas dan santunan untuk anak yatim dari Pemerintah Kecamatan Bunguran Selatan.
Pada kegiatan tersebut turut hadir unsur Frokopimda, Sekwan DPRD Natuna, OPD, Kabag Kesra, Prokopim, Sekcam Bunguran Selatan bersama 3 Kades di wilayahnya, Ketua BPD e Bunguran Selatan serta tokoh masyrakat dan tokoh agama.
Saipul











