Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Sabu Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Tanjungpinang
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Soeharnoko (tengah) saat konpers pemusnahan barang bukti narkoba di markas Polda Kepri, Jumat (11/8). Ist

BATAM – Polda Kepri melalui Ditresnarkoba memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu, di markas Polda Kepri, Jumat (11/8). Barang bukti hasil sitaan dari pengungkapan kasus dengan Laporan Polisi Nomor: LP-A/63/VII/2023/SPKT.Ditnarkoba/Polda Kepulauan Riau, tanggal 17 Juli 2023. Satu orang ditetapkan tersangka.

Pemusnahan dipimpin oleh Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Soeharnoko, yang dihadiri Kepala BPOM Kota Batam Mustofa Anwari; Kanit Sidik BNNP Kepri Ipda Jafri Aziz-sebagai perwakilan BNNP Kepri; PS. Paur 2 Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri Ipda Mahardika Sidik; Perwakilan Kejaksaan Negeri Batam dan LSM Granat.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Soeharnoko, menjelaskan kasus ini hasil pengungkapan Tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri, yang berhasil mengkap tersangka berinisial WN, pada hari Senin tanggal 17 Juli 2023, sekitar pukul 12.30 WIB.

Tersangka WN ditangkap di dalam sebuah rumah yang terletak di Jalan Gang Mabadi, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun. WN ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 33 (tiga puluh tiga) bungkus dengan total berat 134,65 (seratus tiga puluh empat koma enam lima) gram.

“Informasi ini didasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan Laboratoristik No. LAB: R-PP.01.01.9A1.07.23.4480, yang dikeluarkan pada tanggal 21 Juli 2023. Hasil pemeriksaan laboratoris menunjukkan bahwa barang bukti tersebut dinyatakan positif mengandung metamfetamin, yang termasuk dalam narkotika golongan I sesuai dengan Nomor Urut 61 dalam Lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” beber Kompol Soeharnoko, dalam keterangannya, Jumat (11/8).

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Soeharnoko (tengah) saat pemusnahan barang bukti narkoba.

Soeharnoko menyampaikan sebanyak 15,18 (lima belas koma satu delapan) gram dijadikan sebagai bahan pemeriksaan di laboratorium BPOM Batam dan sebanyak 2 (dua) gram untuk dijadikan sebagai bahan pembuktian perkara kemudian seberat 117,47 (seratus tujuh belas koma empat tujuh) gram untuk dimusnahkan dengan cara dilarutkan kedalam air panas.

Sementara tersangka WN, sebut Soeharnoko, penyidik mengenakan pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun.

Ade

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here