Pulau Penyengat Raih Trisakti Tourism Award, Nilai Sejarah dan Inovasi Jadi Kunci Keberhasilan

Tanjungpinang708 Dilihat

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Trisakti Tourism Award, kategori Wisata Warisan Sejarah untuk Pulau Penyengat. Pulau yang kaya dengan sejarah Melayu ini berhasil menyabet posisi kedua dari 12 nominasi terbaik di seluruh Indonesia.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, pada malam penganugerahan yang bertema Sustainability Desa Wisata Menuju Indonesia Raya, yang berlangsung di Puri Agung, Grand Ballroom Sahid Jaya Hotel, Jakarta, pada Kamis malam (8/5/2025).

Usai menerima penghargaan, Lis Darmansyah mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari pengelolaan yang baik terhadap objek wisata di Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat.

“Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang telah berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan pariwisata. Kami berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan sektor pariwisata di kota ini,” ujar Lis.

Lis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata di Tanjungpinang, khususnya masyarakat Pulau Penyengat yang secara langsung terlibat dalam pelestarian objek wisata tersebut.

“Alhamdulillah, kami meraih juara kedua di kategori wisata Pulau Penyengat. Ini tidak lepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat yang berkomitmen untuk memajukan pariwisata di Tanjungpinang. Kami akan terus berupaya mengembangkan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota Lis juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus melakukan penataan dan pembangunan infrastruktur di Pulau Penyengat untuk menarik lebih banyak wisatawan, serta meningkatkan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri,.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menjelaskan strategi yang diterapkan untuk meraih penghargaan ini. Menurutnya, pengelolaan Pulau Penyengat mengedepankan prinsip keberlanjutan yang terlihat jelas dari keberadaan peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, sebagai pusat kerajaan Melayu Pahang-Johor-Riau-Lingga. Hal ini yang kami sampaikan secara jelas kepada tim juri yang berkunjung,” kata Nazri, Kamis (15/5/2025), menjelaskan strategi Disbudpar dalam pengelolaan wisata sejarah Pulau Penyengat hingga meraih penghargaan Trisakti Tourism Award.

“Jadi, kami menegaskan tentang pentingnya pemahaman sejarah dan peran pulau Penyengat dalam peradaban Melayu.”

Nazri mengatakan peran serta masyarakat juga sangat penting dalam keberlanjutan pariwisata Pulau Penyengat. “Jadi, pola pariwisata yang kami terapkan di Pulau Penyengat adalah berbasis masyarakat, di mana peran masyarakat sangat vital. Mereka tidak hanya menjaga kelestarian objek wisata, tetapi juga merasakan dampak positifnya melalui peningkatan ekonomi, khususnya para pelaku usaha wisata lokal,” lanjut Nazri.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan standar pelayanan wisata di Pulau Penyengat.

“Kami akan terus memastikan agar pelayanan wisata tetap prima, terutama dalam hal keramahan dan transparansi. Kami ingin wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman yang menyenankan dan berkesan,” kata Nazri.

Di sisi lain, Nazri juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pariwisata di Pulau Penyengat, terutama terkait dengan ketersediaan fasilitas pendukung, seperti toilet umum dan air bersih.

Nazri menyebutkan, untuk mengatasi kekurangan toilet umum bagi wisatawan, pihaknya telah mengajukan bantuan pembangunan toilet melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak swasta dan BUMD. “Tahun lalu, kami menerima bantuan pembangunan toilet dari CSR Pegadaian. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Salah satu objek wisata religi di Pulau Penyengat. (diskominfo TPI)

Tantangan lainnya adalah pasokan air bersih yang masih terbatas. Ia menyebutkan pihaknya telah menyampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) untuk meningkatkan kapasitas sistem air SWRO di Pulau Penyengat agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan baik.

Kemudian terkait pelestarian cagar budaya, Nazri mengungkapkan bahwa Pemko Tanjungpinang juga menghadapi tantangan dalam pemeliharaan bangunan peninggalan sejarah. “Terkait hal ini, kami telah mengajukan permohonan kepada Badan Pengawasan Keuangan (BPK) Wilayah IV agar dapat memberikan dukungan dalam pemeliharaan dan pelestarian bangunan cagar budaya di Pulau Penyengat agar tetap kokoh dan terjaga keberadaannya,” jelasnya.

Penghargaan Trisakti Tourism Award merupakan ajang yang digelar untuk mengapresiasi daerah-daerah yang berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan pariwisata. Penghargaan ini diberikan kepada destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pengembangannya.

Trisakti Tourism Award menilai berbagai kategori, mulai dari pengelolaan objek wisata, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata yang ramah lingkungan.

Dengan penghargaan ini, Nazri berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang mengedepankan keberlanjutan dan pelestarian budaya, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *