Setahun Aneng-Raja Bayu Memimpin Anambas: Menata Arah Baru Pembangunan Kepulauan

Anambas9 Dilihat

ANGIN LAUT berhembus pelan di pelabuhan rakyat Tarempa. Perahu-perahu nelayan kembali merapat membawa hasil tangkapan, sementara aktivitas warga di pulau-pulau kecil berjalan seperti biasa yang sederhana, namun penuh harapan.

Di wilayah perbatasan yang indah sekaligus penuh keterbatasan ini, setahun kepemimpinan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu menjadi titik awal perjalanan panjang pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya membawa visi menjadikan Anambas berdaya saing, inovatif, agamis, dan unggul di bidang maritim menuju masyarakat sejahtera. Tahun pertama menjadi masa konsolidasi: menata birokrasi, memulai program prioritas, sekaligus mengukur sejauh mana janji kampanye mulai diwujudkan.

Dengan anggaran daerah tahun 2025 sebesar Rp1,040 triliun dan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang digencarkan pemerintah pusat sepanjang 2025, Kabupaten Kepulauan Anambas dihadapkan pada tantangan klasik wilayah perbatasan: konektivitas antarpulau yang terbatas, infrastruktur yang belum merata, serta ketergantungan distribusi logistik dari luar daerah.

 

Bupati Aneng (tengah) saat menghadiri pertemuan strategis bersama Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membahas usulan program Kampung Nelayan Merah Putih, di Jakarta, Rabu (8/10/2025). (Latif/SK)

Kondisi ini membuat Bupati Aneng harus berhati-hati dalam membuat kebijakan anggaran dan program. Setiap kebijakan pembangunan dituntut melalui perencanaan matang, dengan prioritas pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sejak awal, pasangan Aneng-Raja Bayu membawa sejumlah program sosial yang dijanjikan saat kampanye, diantaranya pemberian insentif bagi kelompok masyarakat seperti lansia, imam masjid, guru ngaji, nuje, serta RT dan RW.

“Peran RT/RW, tokoh agama, dan penggerak sosial sangat penting di wilayah kepulauan. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan baik,” ujar Aneng dalam pertemuan bersama pengurus SMSI Kepri, 7 Februari 2025, di Restoran Golden Prawn, Batam.

Sejumlah program lain yang menyentuh kebutuhan dasar warga, juga mulai terlihat sepanjang 2025. Pada awal tahun ajaran baru, 15 Juli 2025, pemerintah daerah menyerahkan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP di Tarempa, Kecamatan Siantan, yang kemudian disalurkan bertahap ke berbagai pulau.

Bupati Aneng bersama siswa SDN 002 Putik, Kecamatan Palmatak, saat menerima bantuan perlengkapan dari Pemkab Anambas Selasa (30/9/2025). SK

Bupati Aneng menegaskan pendidikan menjadi fondasi masa depan daerah. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah perbatasan seperti Anambas. Pemerintah akan terus berupaya memastikan anak-anak kita tetap bersekolah dengan layak meski dalam keterbatasan anggaran,” ujarnya saat penyerahan perlengkapan sekolah di SDN 002 Putik, Kecamatan Palmatak, pada 30 September 2025.

Di sektor perlindungan sosial, bantuan langsung tunai bagi lansia (BLT Lansia) disalurkan pada 29 Desember 2025 di Tarempa. “Ini adalah janji saya kepada masyarakat Anambas. Pemerintah harus hadir, terutama bagi mereka yang telah memberi pemikiran dan tenaga kepada pembangunan daerah, namun mereka jarang meminta,” ujar Aneng.

Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada kelompok usia lanjut. “Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap memprioritaskan program yang menyentuh langsung masyarakat. Bantuan lansia ini diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar mereka,” katanya.

Di sektor ekonomi maritim, pemerintah daerah memperkuat perlindungan dan kesejahteraan nelayan serta petani melalui berbagai program jaminan keselamatan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian.

Upaya ini disinergikan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui penguatan sarana perikanan, perlindungan sosial, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha maritim guna mendorong pertumbuhan ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

Bupati Aneng (ketiga dari kanan) saat penyaluran bantuan sosial dan insentif kepada lansia kurang mampu dan pekerja sosial keagamaan, di Tarempa, Senin (29/12/2025). SK

Pembenahan birokrasi juga menjadi fokus utama sepanjang tahun pertama kepemimpinan. Setelah konsolidasi organisasi perangkat daerah sepanjang 2025, Bupati Aneng melantik 17 pejabat eselon II di Aula Prof. M. Zen, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, pada 29 Desember 2025. Selanjutnya pelantikan pejabat eselon III dan IV pada 26 Januari 2026.

“Penataan pejabat eselon ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kinerja perangkat daerah agar program pembangunan berjalan efektif,” ujar Aneng saat pelantikan.

Setahun pertama mungkin belum cukup untuk menjawab seluruh tantangan di daerah perbatasan ini. Namun, langkah-langkah awal sudah mulai terlihat, dari seragam sekolah gratis, bantuan sosial, hingga pembenahan birokrasi sebagai fondasi arah pembangunan lima tahun ke depan.

Di tengah gelombang laut dan jarak antarpulau yang tidak selalu mudah ditempuh, Aneng dan Raja Bayu terus menata arah baru pembangunan Anambas, agar harapan masyarakat perlahan terwujud: perubahan yang nyata, pelayanan yang semakin dekat, serta kesejahteraan yang dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *