Ceramah di Mesjid Al-Bayan Sabang Mawang, Wan Siswandi: Ramadhan Bulan Introspeksi Diri

Terkini575 Dilihat
Bupati Wan siswandi menyampaikan ceramah keagamaan saat safari Ramadhan

NATUNA – Bupati Natuna Wan Siswandi mengunjungi Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna Minggu (10/04) malam. Ini kunjungan Mihabah untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Mengingat momen di bulan suci Ramdhan, Wan Siswandi bersama rombongan shalat taraweh di Mesjid Al-Bayan.

Bupati Wan Siswandi mengungkapkan rasa bangga bisa hadir dalam kunjungan Mihabah bersama masyarakat Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga.

Bupati Wan Siswandi disambut hangat oleh warga saat berkunjung ke Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna

Siswandi pun mengapresiasi masyarakat setempat yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan dalam rangka memperarat tali persaudaraan perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, kegiatan yang digelar masyarakat Sabang Mawang bisa menjadi jembatan silaturahmi antar sesama, juga antara pemerintah dan masyarakat. Ia

“Kita harap kegiatan ini dapat menjadi jembatan silaturahmi bagi sesama kita, juga antara pemerintah dan masyarakat,” kata Wan Siswandi dalam ceramahnya.

Foto bersama

Dia menambahkan tradisi adat Istiadat seperti ini harus dilestraikan menjadi identitas Melayu juga sebagai umat muslim. Makan dan beribadah bersama-sama.

“(Kegiatan) adat istiadat ini harus kita lestarikan menjadi indentitas kita sebagai Melayu juga sebagai Umat Muslim. Makan sedulang bersama, melaksanakan ibadah bersama dan kita berharap amal ibadah kita menjadi keberkahan untuk kita semua,” kata Wan Siswandi.

Memperingati bulan Ramadhan, Bupati Wan Siswandi berpesan untuk menjalankan semua perintah Allah SWT, taat beribadah, mampu mengendalikan nafsu, dan banyak-banyak beramal. Karena bulan suci Ramadhan ini bisa melatih diri untuk melaksanakan hal-hal kebaikan

“Ramadhan adalah bulan pendidikan bagi kita semua untuk melatih kedisiplinan beribadah, mengendalikan nafsu serta meningkatkan amal ibadah kepada Allah. Ramadhan juga menjadi bulan introspeksi diri bagi kita semua, bahwa kita ini bukan apa apa dan bukan siapa siapa. Dihadapan Allah kita adalah makhluk yang sama, apa yang membedakan kita? Jawabannya adalah amal ibadah. Habluminalllah, hubungan kita dengan Allah,” kata Wan Siwandi.

Wan Siswandi juga menyinggung perlunya keikhlasan dalam hidup. Dia mencontohkan dirinya yang saat ini menjadi Bupati Natuna, jika tidak dengan keikhlasan, bukan apa-apa dimata Allah. “Karena ikhlas adalah rahasia kita dengan Sang Pencipta, hanya kita yang tahu seberapa besar keikhlasan kita dalam beramal atau dalam menjalankan amanah,” katanya.

Menurutnya, jabatan yang diembannya hari ini adalah jabatan Innalilahi wa innailaihi Raji’un, Artinya, kata Siswandi, jabatan itu datangnya dari Allah dan akan kembali pada Allah. “Sederhananya jabatan ini hanya titipan yang kapan saja bisa diambil Allah. Menyadari segala sesuatu adalah titipan, menjadikan diri terhindar dari sifat sombong.

“Kehidupan selanjutnya yang abadi. Jadi mulai hari ini mari lah kita mengendalikan diri kita untuk tidak selalu mengejar Dunia, dan memikirkan apakah bekal kita sudah cukup untuk menghadap Allah kelak. Dunia yang kita kejar tidak akan pernah cukup, selalu ada yang kurang dalam berbagai hal. Untuk itu kita harus belajar untuk bersyukur atas setiap Nikmat, bukan tentang kecil atau besar. Tapi bagaimana kita merasa cukup dari apa yang kita peroleh,” katanya.

Diakhir tausiyahnya Wan Siwandi juga mengingatkan, bahwa tujuan hidup bukanlah hanya tentang dunia, tapi yang lebih utama adalah mencari ridho Allah menuju akhirat nanti.

Saipul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *