Kemarau Picu Karhutla, Tanjungpinang Tetapkan Status Siaga dan Perketat Pencegahan

Tanjungpinang279 Dilihat

TANJUNGPINANG – Musim kemarau yang melanda Kota Tanjungpinang mulai berdampak pada kekeringan air bersih dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang menetapkan status siaga sebagai langkah antisipasi.

Penetapan status siaga ini dilakukan menyusul meningkatnya sejumlah kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca yang panas dan kering, ditambah keterbatasan sumber air di sejumlah titik, dinilai memperbesar potensi kebakaran yang dapat meluas dan sulit dikendalikan.

Wali Kota Tanjungpinang, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Teguh Susanto, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Teguh Susanto, menegaskan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia.
“Dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini, potensi kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujar Teguh, Jumat (27/3/2026).

Ia juga mengatakan bahwa keterbatasan sumber air menjadi tantangan serius bagi petugas pemadam kebakaran dalam melakukan penanganan di lapangan.

“Beberapa sumber air saat ini mulai mengalami penurunan debit bahkan mengering. Hal ini tentu menyulitkan proses pemadaman. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif yang harus kita lakukan bersama,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk lebih waspada terhadap aktivitas yang dapat memicu percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan benda yang berpotensi memantulkan panas di area kering dan bervegetasi. Warga juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan dalam aktivitas tertentu.

Dalam tiga bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut berperan aktif menyalurkan air bersih ke permukiman warga. Di sisi lain, BPBD juga membantu memasok air untuk mendukung pemadaman kebakaran oleh petugas.

“Kita masih dalam musim kemarau dan menghadapi keterbatasan air bersih. Di satu sisi BPBD menyuplai kebutuhan warga, di sisi lain juga mendukung pemadaman karhutla. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran,” tambah Teguh.

Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan, termasuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda awal kebakaran.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Teguh berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, sehingga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *