Nazri: Budaya Melayu dan Pulau Penyengat Jadi Magnet Wisman ke Tanjungpinang

Tanjungpinang77 Dilihat

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah di Provinsi Kepulauan Riau. Warisan Budaya Melayu yang masih terjaga hingga kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke ibu kota provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan salah satu ikon wisata budaya di Tanjungpinang adalah Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat sejarah Kerajaan Melayu.

Ia menyebutkan Pulau bersejarah itu menyimpan berbagai peninggalan penting, mulai dari makam raja-raja Melayu hingga situs religi dan budaya yang masih terawat dengan baik.

Menurunnya kekuatan budaya Melayu yang diwariskan secara turun-temurun terus dijaga dan dilestarikan masyarakat Melayu di Tanjungpinang.

“Tradisi, adat istiadat, hingga nilai-nilai budaya Melayu yang masih hidup di tengah masyarakat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Tanjungpinang,” ujar Nazri dikutip dari portal resmi Pemko Tanjungpinang, Senin (11/5/2026).

Pesona budaya dan sejarah tersebut terbukti masih menjadi magnet wisatawan asing. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang pada triwulan I tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,98 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri,.

Peningkatan jumlah kunjungan itu menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Tanjungpinang yang selama ini mengandalkan wisata budaya, sejarah, religi, hingga kuliner khas Melayu sebagai kekuatan utama daerah.

Nazri menambahkan, identitas budaya Melayu yang kuat menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, untuk datang berkunjung ke Tanjungpinang.

“Warisan budaya Melayu yang kuat merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara,” katanya.

Selain budaya Melayu, Pulau Penyengat juga masih menjadi destinasi favorit wisatawan karena memiliki nilai sejarah dan religi yang khas di Kepulauan Riau. Keunikan tersebut dinilai menjadi pembeda Tanjungpinang dibandingkan daerah wisata lainnya.

Nazri mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan juga didukung oleh peran agen perjalanan wisata yang aktif menawarkan berbagai paket perjalanan ke Tanjungpinang, termasuk wisata budaya dan religi ke Pulau Penyengat.

Karena itu, Disbudpar akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan berbagai instansi terkait guna menjaga tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang.

“Akan terus kita lakukan dengan kolaborasi, kerja sama, serta komunikasi yang baik dengan pelaku industri pariwisata dan instansi lainnya,” katanya.

Tak hanya budaya dan destinasi wisata, sektor kuliner juga menjadi salah satu kekuatan pariwisata Tanjungpinang dalam menarik minat wisatawan mancanegara. Beragam kuliner khas Melayu dengan cita rasa yang unik dinilai memberikan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan.

“Karena Kota Tanjungpinang sangat kaya dengan beragam kuliner dan cita rasa yang menarik untuk wisatawan,” tambah Nazri.

Disbudpar pun tetap optimistis target 100 ribu kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 dapat tercapai melalui penguatan promosi wisata serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.

“Untuk target wisman 100 ribu tetap kita harus optimis,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *