Pemko Tanjungpinang Gelar Pasar Murah: Stabilitas Harga dan Serap Produk Lokal

Tanjungpinang19 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar pasar murah di Gedung Sentra IKM Tengku Mandak, Sei Carang, sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan.

Kegiatan pasar murah tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Maret 2026. Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat terutama ibu rumah tangga tampak antusias memanfaatkan bahan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan pasar murah merupakan program rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan sebanyak empat kali dalam setahun melalui skema operasi pasar.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok selama bulan suci Ramadan.

“Harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah lebih terjangkau dan berada di bawah harga pasar,” ujarnya.

Riany menjelaskan, operasi pasar murah umumnya digelar menjelang maupun saat hari besar keagamaan guna mengendalikan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap stabil.

Ramadan menjadi salah satu momentum prioritas karena permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok cenderung meningkat signifikan.

Dalam pelaksanaannya, Disdagin menggandeng sejumlah distributor dan pelaku usaha, di antaranya The Sayur, Sari Mart, serta Perum Bulog. Sejumlah toko ritel juga turut berpartisipasi dengan menyediakan komoditas pangan bersubsidi.

Selain menjaga stabilitas harga, pasar murah juga menjadi langkah pemerintah dalam mendorong penyerapan produk lokal hasil petani dan pelaku usaha daerah.

Bahan pangan yang dipasarkan, khususnya sayur-sayuran, dipasok dari petani binaan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah selalu tinggi pada setiap pelaksanaannya. Pada hari pertama, sejumlah komoditas seperti telur dan cabai bahkan habis terjual dalam waktu singkat setelah kegiatan dibuka.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *