Lis Geram Kabel Optik Hambat Drainase, Ultimatum Perusahaan Segera Benahi

Tanjungpinang221 Dilihat

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, geram melihat tumpukan sampah yang menyumbat drainase di sepanjang Jalan D.I. Panjaitan Kilometer 7. Setelah ditelusuri, penyebab utama adalah kabel optik yang semrawut di dalam saluran drainase sehingga menghambat aliran air.

Kondisi itu ditemukan Lis saat meninjau langsung kegiatan gotong royong pembersihan drainase di lokasi tersebut, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan pembersihan melibatkan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Saat proses pengerukan berlangsung, petugas menemukan banyak sampah tersangkut pada jaringan kabel optik yang berada di dalam saluran. Akibatnya, sampah menumpuk dan memperlambat aliran air menuju saluran pembuangan.

Menurut Lis, keberadaan kabel optik yang tidak tertata dengan baik di dalam drainase menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya fungsi saluran air.

“Kalau saluran air dipenuhi hambatan seperti ini, air tidak bisa mengalir dengan lancar. Ketika hujan deras, air berpotensi meluap ke jalan dan menyebabkan genangan,” ujarnya.

Lis menegaskan, perusahaan pemilik jaringan kabel optik harus segera melakukan penataan terhadap kabel-kabel yang terpasang di dalam drainase agar tidak mengganggu fungsi saluran.

Ia memberikan tenggat waktu tiga hingga empat hari kepada pihak perusahaan untuk melakukan pembenahan.

“Kami minta perusahaan segera menata jaringan kabel tersebut. Jika dalam tiga sampai empat hari tidak ada tindak lanjut, pemerintah kota akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga fungsi drainase,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Lis menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkoordinasi dengan perusahaan pemilik jaringan agar proses penataan dapat segera dilakukan sesuai aturan.

Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri terus mengintensifkan pembersihan drainase di berbagai wilayah sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan genangan. Setelah penanganan di sepanjang Jalan D.I. Panjaitan hingga Batu 10 selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke sejumlah titik lainnya.

Lis juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, keberhasilan penanganan persoalan drainase membutuhkan dukungan dan kesadaran bersama.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah terus melakukan pembenahan, sementara masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan agar saluran air tidak kembali tersumbat,” katanya.

Ia berharap penataan utilitas, termasuk jaringan kabel optik di dalam drainase, dapat segera diselesaikan sehingga fungsi saluran air kembali optimal, risiko genangan berkurang, dan lingkungan perkotaan menjadi lebih bersih, tertata, serta nyaman bagi masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *