Tokoh Masyarakat Minta Polisi Berantas Judi Siejie Singapur di Tanjungpinang

Hukrim49 Dilihat

TANJUNGPINANG – Maraknya praktik judi siejie Singapur di Tanjungpinang ternyata turut menjadi perhatian tokoh masyarakat Tanjungpinang yang juga Ketua Forum Peduli Ibukota Kepri, Hajarullah Aswad. Ia menegaskan aparat kepolisian harus segera bertindak memberantas seluruh aktivitas bisnis ilegal, termasuk perjudian siejie Singapur yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Menurut Hajarullah, keresahan warga terhadap praktik perjudian tersebut sudah cukup lama terdengar di tengah masyarakat. Karena itu, aparat penegak hukum, khususnya Polresta Tanjungpinang, diminta tidak tinggal diam terhadap aktivitas perjudian yang semakin terbuka.

Tokoh yang dikenal vokal menyuarakan persoalan sosial itu mengatakan, Presiden RI telah memerintahkan institusi kepolisian untuk terus melakukan pembenahan dan memperbaiki citra di tengah masyarakat. Karena itu, segala bentuk bisnis ilegal, apalagi yang berkaitan dengan perjudian, harus segera diberantas.

“Intinya Presiden sudah memerintahkan Polri untuk memperbaiki diri. Maka bisnis ilegal seperti judi siejie Singapur harus segera diberantas, jangan dibiarkan,” kata Hajarullah Aswad saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Ia juga mempertanyakan apabila perintah kepala negara tersebut seolah tidak dijalankan secara serius di lapangan. Menurutnya, penegakan hukum harus benar-benar dirasakan masyarakat agar kepercayaan publik terhadap aparat tetap terjaga.

Foto: ilustrasi

“Masa perintah Presiden dianggap angin lalu,” tegasnya.

Hajarullah mengaku sudah lama menerima informasi terkait aktivitas judi siejie Singapur yang disebut telah berlangsung cukup lama di Tanjungpinang. Bahkan, praktik perjudian itu dinilai semakin terbuka dan beroperasi layaknya aktivitas biasa tanpa rasa takut.

Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik seharusnya menjadi perhatian bersama. Di tengah kesulitan ekonomi, masyarakat justru rentan terjebak perjudian dengan harapan memperoleh keuntungan instan.

“Ekonomi sedang tidak baik-baik saja saat ini. Janganlah membiarkan masyarakat semakin susah karena judi,” ujarnya.

Menurut Hajarullah, keberadaan judi siejie Singapur juga berdampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat. Tidak sedikit keluarga yang terganggu akibat anggota keluarganya kecanduan bermain judi dan menghabiskan penghasilan untuk memasang taruhan.

Apalagi, kata dia, judi siejie Singapur merupakan bisnis legal di negara asalnya. Namun ketika praktik tersebut masuk dan beroperasi bebas di Indonesia tanpa tindakan tegas, kondisi itu justru dinilai sangat merugikan negara maupun masyarakat.

“Judi siejie Singapur sangat merugikan negara dan rakyat karena menguras devisa. Uang kita ditarik ke Singapura,” ujarnya lagi.

Hajarullah juga mengingatkan aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan sebelum muncul reaksi langsung dari masyarakat. Ia khawatir apabila praktik perjudian terus dibiarkan, warga bisa nekat melakukan penangkapan sendiri terhadap agen lapangan yang mengumpulkan uang taruhan.

“Polisi harus segera bertindak, jangan menunggu masyarakat menggerebek dan menangkap agen lapangan saat mengumpulkan uang taruhan pasangan siejie Singapur. Karena hal itu bisa memicu persoalan baru dan mengganggu kondusivitas warga,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, praktik judi siejie Singapur di Tanjungpinang disebut semakin marak dan beroperasi secara terbuka. Dari informasi yang diperoleh media, pemutaran atau periode perjudian tersebut berlangsung tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu.

Dua nama yang diduga sebagai bandar siejie Singapur berinama Ah*a dan Ap*ng yang disebut berdomisili di Tanjungpinang. Untuk menjalankan bisnis ilegalnya, keduanya menempatkan kaki tangan atau agen lapangan untuk mengumpulkan uang taruhan berikut nomor pasangan dari para pemain.

Para agen lapangan itu disebut berjumlah puluhan orang dan tersebar di sejumlah titik di Kota Tanjungpinang. Mereka mengaku mendapat jaminan keamanan dari sang bos saat beroperasi di lapangan untuk mengumpulkan pasangan nomor taruhan.

Beberapa agen mengaku omzet yang dikumpulkan dari pemain mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta dalam setiap putaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *