Bupati Natuna Temui Keluarga Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia

Tanjungpinang

NATUNA – Penangkapan nelayan oleh aparat maritim Malaysia turut menjadi perhatian Bupati Natuna Wan Siswandi. Ia pun memberikan dukugan moril kepada pihak keluarga.

Nelayan Natuna itu ditangkap oleh petugas laut Malaysia saat sedang mencari ikan di laut, beberapa waktu lalu.

Dukungan moril disampaikan saat Bupati Wan Siswandi menemui keluarganya di kediamannya, di Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (15/09) sore.

Kepada keluarga, Bupati Natuna menegaskan Pemda dan aparat terkait tengah mengurus permasalahan tersebut, dan saat ini sedang dalam proses.

Untuk itu, kata Wan Siswandi, Pemkab Natuna, daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan Dinas Perikanan Provinsi Kepri.

“Masalah ini sudah saya sampaikan sama pak Sekjen KKP dan Dirjen tangkap. Ini kebetulan kadis perikanan Natuna juga lagi di Jakarta, insyallah besok akan koordinasi langsung dengan kementerian,” ungkapnya.

Menurutnya ini merupakan urusan antar negara, kewenangan daerah hanya sebatas berkoordonasi dengan instansi terkait. Selanjutnya Kementerian akan berunding dengan Kedubes atau Konsulat Malaysia di Indonesia.

Siswandi mengakui, perihal ini diketahuinya dari media massa. Pasalnya, tidak ada laporan secara lisan maupun tertulis baik dari Kepala Desa Sungai Ulu maupun Camat Bunguran Timur.

“Jadi begitu kita tau dan perkembangannya seperti apa, hari ini langsung kita surati pihak terkait dan ketemu dengan keluarganya,” ujar Siswandi.

Kedua nelayan tersebut adalah Kusnadi dan Johan. Mereka ditangkap petugas karena diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Malaysia.

Sementara itu, Yusnarti mengatakan, suami dan menantunya berangkat mencari ikan pada Selasa (06/09/2022). Biasanya, seminggu kemudian baru bisa berkomunikasi.

“Dua hari kemudian tanggal 7 malam, dia nelpon saya, jadi saya kira dia ada di serasan atau subi karena disana ada sinyal. Jadi setelah saya angkat dia bilang kena tangkap di perbatasan malaysia”.

Yusnarti mengatakan, terakhir kali bisa berkomunikasi dengan suaminya (Kusnadi) pada Jumat (09/09/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah itu putus komunikasi hingga sekarang.

“Dia bilang sabar, abang akan di proses 14 hari, insyallah akan pulang. Tapi setelah kontak mati, tak bisa dihubungi lagi sampai hari ini,” ujarnya.

Saipul

KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini