Hadapi Gejolak Global, Wagub Nyanyang Minta Pariwisata Kepri Lebih Inovatif dan Tangguh

Kepri62 Dilihat

BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pariwisata yang lebih adaptif dalam merespons dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bidang pariwisata di Graha Kepri, Batam Centre, Selasa (21/4/2026). Rakor ini mengusung tema “Menjaga Stabilitas dan Kondusif Pariwisata di Kepulauan Riau di Tengah Konflik Geopolitik Global.”

Menurut Nyanyang, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling rentan terhadap gejolak global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta penutupan Selat Hormuz, telah berdampak pada terganggunya sistem transportasi laut dan udara internasional.

“Perubahan rute penerbangan, baik internasional maupun domestik, serta meningkatnya biaya operasional maskapai, tentu berpotensi mempengaruhi mobilitas wisatawan global dan konektivitas destinasi, termasuk Kepulauan Riau,” ujarnya.

Meski kontribusi wisatawan asal Timur Tengah terhadap total kunjungan relatif kecil, Nyanyang menilai kawasan tersebut tetap memiliki nilai strategis. Ia menambahkan, pasar utama pariwisata Kepri saat ini masih didominasi kawasan Asia Tenggara dan Asia, seperti Singapura, Malaysia, China, dan India.

Di tengah tantangan global, performa sektor pariwisata Kepri sepanjang 2025 tercatat tetap positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 2,08 juta orang.

Untuk menjaga tren tersebut, Nyanyang mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain percepatan implementasi autogate di keimigrasian, optimalisasi kebijakan Visa on Arrival (VoA), serta pengembangan sport tourism dan marine tourism sebagai keunggulan daerah kepulauan.

“Kita optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target kunjungan wisatawan Kepri sebesar 2,7 juta pada 2026 dapat tercapai,” tegasnya.

Rakor tersebut juga menjadi forum diskusi berbagai pihak untuk memastikan stabilitas sektor pariwisata tetap terjaga, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun lama tinggal wisatawan.

Kegiatan ini dipandu Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, dan turut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dedi Ahmad Kurnia, yang mengikuti secara daring, serta pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *